Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Ada Uang Palsu Terselip di Gaji Honorer DPRD Boltim

Uang palsu pecahan Rp 100 ribu ditemukan saat membayar gaji tenaga honorer di sekretariat DPRD Bolaang Mongondow Timur (Boltim).

Ada Uang Palsu Terselip di Gaji Honorer DPRD Boltim
Tribun Manado/Aldi Ponge
Warga membandingkan uang pecahan 100 ribu yang asli dan yang paslu. Uang palsu tersebut terselip dalam uang untuk gaji honorer di DPRD Boltim. 

Laporan Wartawan Tribun Manado, Aldi Ponge

TRIBUNNEWS.COM, TUTUYAN - Uang palsu pecahan Rp 100 ribu ditemukan saat membayar gaji tenaga honorer di sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Senin (10/8/2015).

Uang palsu tersebut ditemukan saat staf dewan hendak membayar gaji honorer untuk Juli. Namun ditolak karena honorer tersebut menemukan uang palsu.

"Tadi malam (Minggu), saya mau bayar gaji honorer, tapi dia tolak karena palsu," ujar staf DPRD Boltim Lisa Dewi Taridala, kemarin.

Lisa menyebutkan uang tersebut baru dicabut dari dalam bundelannya. Uang tersebut ditariknya sejak Jumat pekan lalu.

"Gaji memang belum sempat dibayarkan Jumat karena dana didapat sudah sore. Jadi dibawa di rumah karena biasanya banyak yang datang (ambil) ke rumah," bebernya.

Dia mengungkapkan dana yang ditariknya tersebut sebesar Rp 29 juta termasuk Rp 2 juta untuk dana perjalanan dinas dewan.

"Sudah dikembalikan lagi di bank dan sudah mereka (bank) tukarkan," bebernya.

Kepala Cabang Bank Sulutgo Tutuyan, Tun Emir Sumba mengakui tentang penemuan uang palsu tersebut.

"Memang betul, tapi sudah dikembalikan karena uang itu kami ambil dari BCA Kotamobagu," tegasnya.

Tun menambahkan tak ada unsur kesengajaan karena tanpa sepengetahuan pihak bank beredarnya uang tersebut. Sehingga tak bisa terdeteksi.

"Hanya satu lembar, tentunya kalau kami tarik dengan miliaran kan sulit kami deteksi. Baru-baru ini kami tarik Rp 8 miliar," bebernya.

Uang tersebut sudah ditarik dari nasabah tersebut dan akan dikembalikan ke BCA melalu Bank Sulut Kotamobagu.
"Memang dalam Rp 8 miliar, satu lembar sangat sedkit," ucapnya.

Tampak dalam pecahan uang Rp 100 ribu cetakan 2011 tersebut, gambarnya mulai memudar, adanya perbedaan warna gambar dengan yang asli, lembaran kertas pun terasa tebal dan tak kasar, tak memiliki hologram, diterawang ada perbedaan gambar.

Editor: Dewi Agustina
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas