Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Banyak Pendaki Gunung Semeru Terlantar di Stasiun Kota Malang

Sejumlah pendaki dari luar kota terlantar di Stasiun Kota Malang, Kamis (13/8/2015). Mereka gagal menuju Gunung Semeru karena jalur pendakian ditutup.

Banyak Pendaki Gunung Semeru Terlantar di Stasiun Kota Malang
Surya/Samsul Hadi
Sejumlah pendaki dari luar kota yang baru tiba di Stasiun Kota Malang bersantai di Taman Trunojoyo, Kamis (13/8/2015). Mereka menunggu informasi pembukaan kembali jalur pendakian ke Gunung Semeru. 

Laporan Wartawan Surya, Samsul Hadi

TRIBUNNEWS.COM, KLOJEN - Sejumlah pendaki dari luar kota terlantar di Stasiun Kota Malang, Kamis (13/8/2015). Mereka gagal menuju Gunung Semeru setelah Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menutup jalur pendakian.

Para pendaki masih menunggu kepastian soal pembukaan jalur ke Gunung Semeru. Mereka duduk bergerombol di Taman Trunojoyo yang berada tepat di depan Stasiun Kota Malang.

Rata-rata, para pendaki yang menggunakan kereta api turun di Stasiun Kota Malang. Mereka datang dari Jakarta, Bogor, dan Solo. Sebagian pendaki ada yang mengalihkan pendakian dari Gunung Semeru ke Arjuna.

Seorang pendaki asal Bogor, Yuke Saputra (21), mengatakan baru sampai di Stasiun Kota Malang, Kamis pagi. Ia bersama tujuh temannya ingin mengikuti upacara 17 Agustus 2015 di puncak Gunung Semeru. Tapi, saat masih dalam perjalan di kereta, ia menerima informasi jalur pendakian ke Gunung Semeru ditutup.

"Padahal ini pertama kalinya saya mau naik ke Semeru, tapi jalur pendakiannya ditutup. Saya belum tahu mau melanjutkan ke sana atau balik pulang. Masih menunggu teman yang kuliah di Universitas Brawijaya," kata Yuke.

Pendaki lain, Edward Budi Utomo, kecewa. Ia sudah dua kali gagal naik ke Gunung Semeru. Ia sudah merencanakan mendaki Gunung Semeru pada 2013 lalu. Karena logistik kurang, ia tidak sampai naik ke puncak. "Sekarang mau ke puncak juga gagal lagi," kata pemuda asal Solo itu.

Ia sampai di Kota Malang, Selasa (11/8/2015) pagi dan langsung ke Semeru. Sampai di Ranu Kumbolo, jalur pendakian sudah ditutup. Ia bersama enam temannya terpaksa turun, Rabu (12/8/2015) pagi. Ia sempat mencari penginapan, sembari mencari tiket pulang ke Solo.

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Y Gustaman
Sumber: Surya
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas