Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
TribunNews | PON XX Papua
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Daftar Tunggu Naik Haji di Jatim 19 Tahun

Hanya berselang lima tahun, daftar tunggu naik haji di Jawa Timur sudah mencapai selama 19 tahun.

Daftar Tunggu Naik Haji di Jatim 19 Tahun
Tribun Jateng
Pelatihan manasik haji diikuti 223 calon haji Tegal. 

TRIBUNNEWS.COM, BANGKALAN - Hanya berselang lima tahun, daftar tunggu naik haji di Jawa Timur sudah mencapai selama 19 tahun.

Padahal lima tahun sebelumnya, antrian naik haji hanya limat tahun.

Untuk pendaftar Calon Jemaah Haji (CJH) tahun ini, bisa dipastikan berangkat menunaikan ibadah haji pada tahun 2035 mendatang.

Hal itu disampaikan Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Bangkalan Muarif Tantowi, Selasa (18/8/2015).

"Lima tahun lalu masih lima tahun antri naik haji, sekarang sudah 19 tahun. Calon jemaah haji yang berangkat tahun ini mendaftarnya tahun pada 2010," ungkapnya.

Ia menyebutkan, tingginya niat warga Jawa Timur menunaikan ibadah haji menjadi faktor penyebab utama antrian naik haji semakin tahun semakin panjang.

"Sementara kuota haji Indonesia setiap tahun tidak bertambah. Ditambah adanya pemangkasan kuota haji sebanyak 20 persen karena perluasan dan pembangunan Masjidil Haram," sebutnya.

Akibat kebijakan pemangkasan kuota haji oleh Pemerintah Arab Saudi, dijelaskan Muarif Tantowi, Pemerintah Indonesia melakukan kebijakan serupa dengan memangkas kuota haji di tingkat Provinsi dan Kabupaten.

"Seharusnya Bangkalan mendapat kuota 1000 CJH. Namun karena kebijakan itu, maka hanya mendapat jatah 846 CJH tiap tahunnya," jelasnya.

Namun, lanjutnya, kebijakan pemangkasan 20 persen kuota haji itu akan dihapus terhitung musim haji di tahun 2016. Hal itu dikarenakan proses perluasan dan pelebaran Masjidil Haram sudah rampung.

"Sebenarnya kita masih beruntung dengan atrian haji 'hanya' 19 tahun. Daftar tunggu haji di Malaysia 65 tahun. Anak baru lahir sudah didaftarkan haji di Malaysia," pungkasnya.

Pemeriksaan dilakukan karena terkait pemakaian senjata api.

"Karena ada pemakaian senjata api, kalaupun itu tidak dalam kondisi darurat karena sudah ada penggunaan senjata api, maka ada pemeriksaan apakah sesuai prosedur atau tidak," tegasnya.

Editor: Sugiyarto
Sumber: Surya
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas