Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
TribunNews | PON XX Papua
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Waspada Karaoke di Kota Bandung Tempat Peredaran Uang Palsu

Sudah tiga bulan terakhir Jeri (38) memiliki bisnis sampingan haram berkongsi dengan temannya, K, menjadi tukang sablon uang palsu pecahan Rp 100 ribu

Waspada Karaoke di Kota Bandung Tempat Peredaran Uang Palsu
Tribun Jabar/Teuku Muh Guci S
Polisi menunjukkan uang palsu buatan YSS alias Jeri di Markas Polrestabes Bandung, Jalan Jawa, Selasa (18/8/2015). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Teuku Muh Guci S

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Sudah tiga bulan terakhir Jeri (38) memiliki bisnis sampingan haram berkongsi dengan temannya, K, menjadi tukang sablon uang palsu pecahan Rp 100 ribu.

Pria yang sempat bekerja di dunia perhotelan itu berdalih menjadi pemalsu uang lantaran tak lagi memiliki pekerjaan. Menurut dia, bisnis haramnya mendatangkan keuntungan besar.

"Setiap uang palsu (upal) yang nilainya Rp 2 juta yang dijual, kami bisa mendapatkan keuntungan Rp 1 juta," ujar Jeri berbincang dengan Tribun Jabar di Polrestabes Bandung, Selasa (18/8/2015).

Sudah ratusan lembar upal buatannya Jeri jual kepada ES (46) dan AES (47). Pembelinya mengedarkan upal tersebut ke sejumlah pasar tradisional dan tempat hiburan yang ada di Kota Bandung.

"Sekitar Rp 80 juta upal sudah saya jual selama tiga bulan ini," beber Jeri.

Peran Jeri terbongkar setelah ES tertangkap tangan membawa upal ke tempat karaoke di Kecamatan Sukasari pada 10 Agustus 2015. Kepada polisi ES mengaku upal miliknya didapat dari Jeri.

"Peredaran upal terungkap setelah pengelola karaoke mengenali ES. Dia sudah kedua kalinya menjadi pengunjung tempat karaoke itu. Kala itu ES melakukan pembayaran dengan menggunakan upal yang nilainya Rp 900 ribu," ujar Kapolrestabes Bandung, Kombes Angesta Romano Yoyol di Polrestabes Bandung.

Polisi menangkap Jeri di rumah produksi upal di Jalan Rancaherang, Kelurahan Sarijadi, Kecamatan Sukasari. Jeri bekerja sama membuat uang palsu dengan K, temannya yang masih buron. Mereka membuat uang palsu tak berkaitan dengan pelaksanaan pemilihan kepala daerah di sejumlah kota atau kabupaten.

Sekilas fisik upal buatan Jeri nyaris menyerupai uang asli. Selain hologram yang terlihat jelas, gambar tersembunyi yang ada di uang pecahan Rp 100 ribu bisa terlihat jika diterawang.

"Hampir 70 persen uang palsu ini menyamai uang asli. Perbedaannya bisa dilihat dari warna lambang BI yang ada di uang pecahan Rp 100 ribu jika diterawang," terang Yoyol sambil menambahkan, seharusnya warna lambang BI yang diterawang bewarna putih.

Teknik pembuatan upal milik Jeri hanya menggunakan kertas duslak, mesin cetak printer, dan sablon. Jeri dan K memcetak uang palsu tergantung kebutuhan. Tapi dalam sehari mereka bisa membuat Rp 2 juta sampai Rp 3 juta.

Penyidik menjerat tersangka pasal 244 jo pasal 245 KUHP tentang Pemalsuan Mata Uang dan pasal 36 Undang-Undang No 7 tahun 2011 dan tentang Mata Uang. Mereka terancam pidana penjara di atas lima tahun.

Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas