Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pakai Jimat Anti Peluru, Dua Begal Ini Berani Melawan Senjata Api Polisi

Mentang-mentang memakai jimat, keduanya melawan polisi ketika terpergok melakukan aksi pembegalan di Desa Sumber Anyar, Nguling, Kabupaten Pasuruan

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Sugiyarto
zoom-in Pakai Jimat Anti Peluru, Dua Begal Ini Berani Melawan Senjata Api Polisi
Tribun Batam/Wafa
ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM, PASURUAN - Pelaku begal SP dan BN merasa sesumbar.

Mentang-mentang memakai jimat, keduanya melawan polisi ketika terpergok melakukan aksi pembegalan di Desa Sumber Anyar, Nguling, Kabupaten Pasuruan, Kamis (3/9/2015).

Entah karena weton nahas atau memang karena jimat anti peluru itu sepenuhnya tak berfungsi, kedua pembegal ini roboh tatkala timah panas menembus kaki-kaki mereka.

Waka Polres Pasuruan Kota, Kompol Saswito, mengatakan kedua pelaku sedang mencari mangsa.

Akan tetapi, polisi yang sudah lama mengincar mereka berdua mengetahui ada yang salah ketika melihat dua orang mengutak-atik sevuah motor matic di Nguling.

Seorang polisi berpakaian sipil yang melihat membiarkan pelaku mengambil sepeda motor tersebut.

"Tapi anggota kami ini langsung berkoordinasi untuk menyergap kedua pelaku," kata Saswito kepada para awak media.

Rekomendasi Untuk Anda

Saat disergap, kedua pembegal mencoba melawan polisi. Karena diancam demikian, lanjut Saswito, polisi akhirnya menembak kaki kedua begal.

Bahkan BN harus terkena dua kali tembakan karena membabi buta akan menerjang polisi.

Saat digeledah, keduanya masing-masing memiliki jimat kebal dan jimat sirep.

"Tapi jimat itu tak berfungsi karena mereka berhasil kami bekuk," sambungnya.

Saat diperiksa, kedua warga Kota Probolinggo ini mengaku pernah dipenjara dengan kasus yang sama. Bahkan, keduanya tak segan melukai korbannya karena merasa sakti telah membawa jimat berupa kain segitiga dan amulet.

"Kedua pelaku pernah beraksi di berbagai kota, seperti Lamongan, Blitar, Probolinggo, dan Pasuruan. Kami akan kembangkan terkait komplotan mereka karena kami yakin masih ada lagi pelaku lainnya," ujarnya.

Sumber: Surya
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas