Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Tiga Wasiat KH Abdul Muchit Muzadi Sebelum Wafat

Pesan itu disampaikan anak sulung Mbah Muchit, Ahmad Jauhari saat berpidato menjelang pemakaman

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Tiga Wasiat KH Abdul Muchit Muzadi Sebelum Wafat
SURYA/HAYU YUDHA PRABOWO
Jenazah KH Abdul Muchit Muzadi diberangkatkan menuju Jember dari Ponpes Al Hikam, Kota Malang, Minggu (6/9/2015). Tokoh NU ini meninggal dunia setelah dirawat selama tiga minggu di RS Persada Kota Malang. 

TRIBUNNEWS.COM, JEMBER - KH Abdul Muchit Muzadi mempunyai tiga wasiat sebelum meninggal dunia.

Ketiga pesan itu yakni ingin dimakamkan di samping makam istrinya, Hj Siti Farida, meminta keluarga menghubungi KH Salahudin Wahid dan ketiga meminta tiga orang memakmurkan Masjid Sunan Kalijaga.

Pesan itu disampaikan anak sulung Mbah Muchit, Ahmad Jauhari saat berpidato menjelang pemakaman, Minggu (6/9/2015).

"Meminta Pak Hamid, Pak Munir, dan Pak Afandi memakmurkan Masjid Sunan Kalijaga," ujar Ahmad.

Sunan Kalijaga merupakan masjid warisan Mbah Muchit, bersebelahan dengan rumah duka di Jalan Kalimantan Kelurahan/Kecamatan Sumbersari, Jember.

Di masjid itu, tokoh sepuh Nahdlatul Ulama (NU) itu mengajar santrinnya.

Santri itu bukanlah santri seperti di pondok pesantren, namun santri bebas.

Rekomendasi Untuk Anda

Mereka bisa datang kapanpun saat Mbah Muchit memiliki program ngaji di masjid itu.

Santrinya juga siapa saja mulai dari mahasiswa, dosen dan warga sekitar..

Sedangkan KH Salahudin Wahid yang diminta diberitahukan tentang kematian tokoh NU itu adalah Pengasuh Ponpes Tebu Ireng.

"Kami diminta memberitahu keluarga Gus Salahudin Wahid (Gus Shola) karena bapak merupakan murid Hadratusyeih KH Hasyim Asy'arie," lanjutnya. Kiai Muchit disebut murid langsung Kiai Hasyim yang tersisa.

Dan pesan pertama Mbah Muchit juga dilaksanakan keluarga. Jenazah Mbah Muchit dimakamkan di samping pusara istrinya Siti Farida di TPU Tegalboto Jalan Kalimantan Jember.

Ribuan orang pelayat mengantar Mbah Muchit ke liang lahat.

Wakil Ketua PCNU Jember Misbahussalam mengaku kehilangan sosok Mbah Muchit.

"Beliau sosok yang sederhana, menjaga kehormatan diri. Dan ketika menjadi pejabat sangat menjauhi uang korupsi," tegas Misbah.

KH Muchit Muzadi lahir di Bangilan Tuban 4 Desember 1925. Dari pernikahan dengan Siti Farida, ia memiliki sembilan orang anak dan dua di antaranya sudah meninggal dunia. Mbah Muchit memiliki 19 cucu dan satu orang cicit. (Sri Wahyunik)

Sumber: Surya
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas