Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Banyak Desa di Meulaboh Kebanjiran

Krueng Woyla dan Krueng Meureubo, dua sungai besar di Aceh Barat, Senin (14/9/2015), meluap setelah hujan lebat. Akses jalan terhambat.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Y Gustaman
zoom-in Banyak Desa di Meulaboh Kebanjiran
Serambi Indonesia/Dedi Iskandar
Banjir di Meulaboh, Aceh. 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Rizwan

TRIBUNNEWS.COM, MEULABOH - Krueng Woyla dan Krueng Meureubo, dua sungai besar di Aceh Barat, Senin (14/9/2015), meluap setelah hujan lebat mengguyur wilayah itu sejak Minggu malam.

Laporan yang diperoleh Serambinews.com, sejumlah desa terendam banjir di Kecamatan Woyla, Kaway XVI, Pante Ceureumen, dan Johan Pahlawan. Ketinggian air mencapai 50 sentimeter.

Air juga merendam badan Jalan Meulaboh-Tutut di kawasan Alue Tampak, Kaway XVI serta menggerus kepala jembatan Uleu Raket di Kaway XVI. Jembatan berangka baja sepanjang 100 meter itu kini terancam.

"Tim BPBD sudah dikerahkan memantau banjir," kata Kepala BPBD setempat, Saiful AB.

Longsor di Kota Subulussalam, Aceh, Minggu (13/9/2015) malam. (Serambi Indonesia)

Sementara belasan meter jalan nasional yang menghubungkan Aceh-Medan, tepatnya di Kedabuhen, Desa Lae Ikan, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam, Minggu (13/9/2015) tertimbun longsor.

Rekomendasi Untuk Anda

Arus lalu lintas lumpuh total sehingga ratusan kendaraan berbagai jenis baik dari Aceh menuju Medan Sumatera Utara maupun sebaliknya terperangkap di lokasi longsor.

Kepala BPBD Kota Subulussalam, Kasman, yang dikonfirmasi Serambinews.com mengatakan longsor terjadi pukul 21.30 WIB setelah daerah hujan deras sejak Minggu sore turun lebat.

Ada dua lokasi longsor di Subulussalam. Ratusan kendaraan terperangkap dari arah Medan menuju Aceh dan sebaliknya. Bahkan, rombongan Bupati Aceh Singkil Syafriadi Manik dan sejumlah anggota DPRK Subulussalam ikut terjebak longsor.

Hingga pukul 23.00 WIB satu unit alat berat milik Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Aceh telah diturunkan untuk membersihkan material longsor yang menimbun badan jalan nasional.

Turut memantau di sana pihak Dinas Perhubungan dan BPBD setempat. Proses pembersihan hampir memakan waktu satu jam dan akhirnya kendaraan mulai dapat melintas jalan menggunakan sistem buka tutup.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas