Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Hingga November 2015 Denpasar Krisis Air Bersih

Oshin terlihat geram karena air di rumahnya mati saat menggelar upacara keagamaan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Hingga November 2015 Denpasar Krisis Air Bersih
Tribun Bali/Cisilia Agustina S
Petugas PDAM Kota Denpasar mengirimkan air bersih ke Perumahan Griya Utama Permai, Banjar Gunung, Peguyangan, Denpasar, Senin (21/9/2015) yang selama tiga hari mengalami kekeringan. 

TRIBUNNEWS.COM, DENPASAR - Wajah Oshin sontak panik dan sempat geram, Senin (21/9/2015).

Penyebabnya, air PDAM tiba-tiba tidak mengalir tepat di hari "H" upacara melaspas di rumahnya di Jalan Suradipa, Perumahan Geriya Utama Permai, Blok D, Denpasar Utara, Bali.

Saking paniknya, satu persatu keran air mulai di dapur, kamar mandi, dan keran lainnya ia coba hidupkan. Namun hasilnya sama; air PDAM mati!

Oshin terlihat geram karena air di rumahnya mati saat menggelar upacara keagamaan. Ia kemudian memanggil sejumlah saudara-saudaranya untuk dimintai solusi.

PDAM Denpasar pun kena semprot.

"Aliran airnya kecil bahkan mati, sudah langsung saya telepon PDAM Denpasar. Syukurlah, sekitar jam 9 pagi PDAM datang membawa air dengan tangki dan air dari PDAM sudah tertangani," ujar Leong, saudara dekat Oshin yang sempat dihubungi Tribun Bali (Tribunnews.com Network) kemarin.

Rupanya bukan hanya di kawasan Denpasar Utara yang terjadi gangguan aliran air PDAM. Di Denpasar Barat kondisinya bahkan lebih parah lagi.

Rekomendasi Untuk Anda

Sejak pukul 07.00 hingga 20.00 Wita, air PDAM mati total. Sejumlah warga mengaku was-was karena stok air mereka sudah habis.

"Tolong kami, kapan airnya hidup ini? Kok sampai jam segini masih mati juga?" keluh seorang warga, Dewi Umaryanti, yang tinggal di Lingkungan Buana Kartika, Jalan Buana Raya, Padangsambian, kepada Tribun Bali.

Hal senada juga dialami I Made Ardika, warga yang tinggal di Jalan Buana Raya No 8 Padangsambian.

"Air PDAM mati sejak pagi. Kami terpaksa bergantung pada air penampungan di ember yang jumlahnya tak banyak," ungkapnya kemarin.

Kasubag Humas PDAM Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Anom Saputra, langsung merespons terjadinya krisis air di Denpasar.

Begitu mendengar kabar adanya keluhan masyarakat di Peguyangan pagi hari, ia langsung berkoordinasi dengan pihak distribusi dan mengirimkan empat mobil tangki berisi air.

Yang mengejutkan, Anom Saputra kemudian mengumumkan melalui Radio Pemerintah Kota Denpasar (RPKD) bahwa mulai Senin (21/9/2015) kemarin sampai dengan November 2015, wilayah Denpasar akan kekurangan air bersih.

Di Kantor PDAM Kota Denpasar, Anom Saputra menjelaskan kepada Tribun Bali bahwa krisis air ini terjadi akibat keringnya Sungai Ayung.

Kuantitas air baku di Sungai Ayung III Belusung menurun karena musim kemarau.

Akibatnya, Instalasi Pengolahan Air (IPA) milik PDAM Denpasar di Jalan Antasura Belusung dan Jalan Waribang tidak dapat beroperasi maksimal.

"Tapi diperkirakan kuantitas air baku di Sungai Ayung sudah mormal kembali pada bulan November 2015 ini. Sekarang memang kondisi sungai kering, jadi otomatis kuantitas air berkurang," ujar Anom Saputra sambil memberikan data-data pendukung kondisi perairan di Denpasar.

Berdasarkan data tersebut, PDAM Denpasar saat ini masih kekurangan kapasitas produksi air bersih sebanyak 392.16 liter/detik.

Kebutuhan produksi tahun 2015 sebanyak 1.652 liter/detik, sementara total kapasitas produksi Agustus 2015 dimiliki sebanyak 1.259,84 liter/detik.

"Makanya sekarang kami masih kekurangan sebanyak 392. Kami akan membeli air di Sarbagita Tukad Petanu yang proyeknya akan selesai pada Desember 2015 ini. Tahun 2016, kami juga akan mendapatkan suplai air dari Tukad Penet, dan ada juga proyek Waribang tahap II, sehingga total tambahan produksi air di tahun 2017 nanti sebanyak 450 liter/detik. Ini bisa menutupi kekurangan," jelas Anom Saputra.

Sumber: Tribun Bali
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas