Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Honorer Satpol PP Ini Dijual Komandan ke Pria Hidung Belang Rp 1,6 Juta

Tak terima dijadikan korban perdagangan manusia oleh atasannya sendiri, anggota satpol PP honorer yang berdinas di Bandar Lampung melapor ke poliSI

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Sugiyarto
zoom-in Honorer Satpol PP Ini Dijual Komandan ke Pria Hidung Belang Rp 1,6 Juta
scmp.com
Ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM, BANDAR LAMPUNG— Tak terima dijadikan korban perdagangan manusia oleh atasannya sendiri, anggota satpol PP honorer yang berdinas di Kota Bandar Lampung melapor ke polisi.

Menurut pengakuan korban, NAS (26), transaksi penjualan dirinya kepada lelaki hidung belang.

"Malam itu, saya diajak ke tempat karaokean di Kecamatan Panjang, Kota Bandar Lampung. Saya pikir, itu tempat hiburan biasa," kata NAS, Senin (21/9/2015).

Saat berada di dalam ruang karaoke, dia mengaku dipaksa oleh komandannya atau ketua kelompok yang berinisial W untuk menenggak minuman keras.

"Saya dicekoki, tetapi minuman itu selalu saya tumpahkan ke baju, makanya saya tidak mabuk," ujarnya.

Setelah diajak minum-minum, NAS dan komandannya ditemani oleh teman perempuan lainnya menemui seorang laki-laki.

"Dari kejauhan, saya melihat ada transaksi di antara mereka, lalu saya ditinggal sendiri bersama om-om itu," kisahnya.

Rekomendasi Untuk Anda

NAS mengatakan, pria tersebut lalu menawarkan untuk check-in di hotel mana pun sesuai keinginannya.

"Saya histeris nangis-nangis, sampai akhirnya om itu mengantarkan saya pulang ke rumah," kata dia lagi.

Namun, dalam perjalanan pulang, lelaki itu mengaku telah membayar Rp 1,6 juta kepada komandannya untuk menikmati satu malam bersama NAS.

"Setelah saya telusuri ulang, ternyata lelaki ini adalah seorang PNS juga di Pemkot Bandar Lampung. Saya pernah diajak ke rumah dia sebelumnya oleh W untuk keperluan tertentu," katanya.

NAS menduga, ada banyak korban yang pernah dijual oleh W, tetapi tak berani mengungkapkan hal tersebut kepada aparat.

"Cukup saya saja yang terakhir, jangan ada lagi korban lainnya seperti saya," tutupnya. ( KOMPAS.COM/ Eni Muslihah)

Sumber: Kompas.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas