Luka Tusuk di Dada Direktur Operasional Karaoke Tembus hingga Paru-paru
Dari hasil autopsi tersebut diketahui senjata tajam yang dipakai menusuk Direktur Operasional Royal Palace Karaoke dan Spa tembus sampai paru.
Editor:
Dewi Agustina
TRIBUNNEWS.COM, DENPASAR - Tim Kedokteran Instalasi Forensik RSUP Sanglah, Denpasar, Bali, Kamis (24/9/2015) sekitar pukul 10.30 Wita melakukan autopsi terhadap jenazah I Komang Budiarta (53), korban pembunuhan sadis yang terjadi Rabu (23/9/2015) malam di Royal Palace Karaoke dan Spa, Jalan Diponegoro, Denpasar, Bali.
Dari hasil autopsi tersebut diketahui senjata tajam yang dipakai menusuk Direktur Operasional Royal Palace Karaoke dan Spa tembus sampai paru.
"Hasil pemeriksaan luar dan autopsi menunjukkan korban mengalami lima tusukan dari arah depan dan luka-luka tusuk di punggung," terang Kepala Bagian SMF Instalasi Kedokteran Forensik RSUP Sanglah, dr Ida Bagus Putu Alit, Kamis kemarin.
Luka tusuk dari arah depan yang dialami Budiarta mencakup lengan atas bagian kanan, dada kanan, dan perut bagian kiri. Pada kedua tangannya juga ditemukan luka senjata tajam bekas tangkisan.
"Korban sepertinya sempat melakukan perlawanan dengan menangkis tebasan hingga kedua tangannya terluka," terang dr Alit.
Menurutnya, luka fatal yang dialami Budiarta ditemukan pada dada kanannya. Luka tusuk pada dada kanan tersebut tembus hingga mengenai dan merusak organ korban.
"Luka tusuk pada dada tersebut tembus hingga merusak paru," tambah dr Alit.
Saat dilakukannya autopsi terhadap jenazah, tidak tampak istri ataupun putri dari Budiarta. Saat itu hanya tampak sejumlah karyawan Royal Palace berkumpul di depan Instalasi Forensik.
Mereka berkumpul sebagai tanda berduka atas meninggalnya salah satu bos mereka.
"Ya kita masih berduka, jadi kita di sini dulu (Forensik RSUP Sanglah). Dari kemarin saya juga dipanggil dan dimintai keterangan di Polresta Denpasar, setelah itu langsung kemari lagi," ujar Albert yang merupakan Manajer Operasional Royal Palace Karaoke & Spa sekaligus rekan kerja Budiarta.
Beberapa rekan dan kerabat dari Budiarta pun tampak hadir di Instalasi Forensik untuk memberikan belasungkawa.
Mereka masih tidak percaya dengan apa yang dialami pria yang berasal dari Banjar Wanasara Kaja, Desa Bongan, Tabanan, tersebut.
Baca tanpa iklan