Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Asyik, Jalur Kereta Api Purwokerto-Wonosobo Bakal Aktif

Hal ini dipandang perlu karena semakin meningkatnya permintaan angkutan, baik orang maupun barang di koridor ini.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Wahid Nurdin

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rento Ari Nugroho

TRIBUNNEWS.COM, PURWOKERTO  -  Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan mewacanakan rencana pengoperasikan kembali jalur KA lintas Purwokerto-Wonosobo.

Hal ini dipandang perlu karena semakin meningkatnya permintaan angkutan, baik orang maupun barang di koridor ini.

Jika hanya mengandalkan jalan raya diperkirakan sepuluh tahun ke depan tidak akan tertampung lagi.

Corporate Communication Manager PT KAI Daop 5 Purwokerto, Surono mengatakan, pihak Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan melalui konsultan telah melaksanakan sejumlah langkah.

Survey awal terkait rencana trase jalur rel yang akan dibangun untuk reaktivasi tersebut telah dilakukan.

Berdasarkan masukan dari masing-masing Pemkab serta kajian tim konsultan Ditjen KA, ungkap Surono, rencana jalur KA Purwokerto - Wonosobo tersebut hanya akan menggunakan sekitar 38 persen trase lama.

Rekomendasi Untuk Anda

Sedangkan selebihnya akan membuka trase baru.

Dikatakannya, pembukaan trase baru diperlukan karena trase lama tidak bisa dipergunakan lagi seluruhnya.

"Trase lama di beberapa lokasi tidak memungkinkan lagi, karena alasan keselamatan," kata Surono dalam keterangannya, Minggu (4/10/2015).

Surono memaparkan, trase lama tersebut di beberapa titik berada di tengah perkotaan yang padat misalnya di Purwokerto.

Beberapa lokasi lagi berdampingan dengan jalan raya contohnya antara Klampok-Banjarnegara.

Dengan demikian, hal tidak memungkinkan untuk jalur KA dengan kecepatan sampai 90 km/ jam seperti yang ada saat ini.

Seperti diketahui, pada koridor Purwokerto-Wonosobo ini dahulu pernah terhubung dengan jaringan rel KA.

Jalur kereta api sepanjang 94 kilometer tersebut dihentikan pengoperasiannya pada dekade 90an karena saat itu dipandang kurang efektif.

Sumber: Tribun Jogja
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas