Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Bayi 'Kantong Kresek' itu Tinggal Satu Orang

Bayi kembar tiga itu sekarang tinggal satu orang

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Bayi 'Kantong Kresek' itu Tinggal Satu Orang
Kompas.com/Firmansyah
Tiga bayi kembar anak dari Titi Hidayati warga Kabupaten Mukomuko, Bengkulu dimasukkan dalam kresek warna hitam sebagai pengganti inkubator 

TRIBUNNEWS.COM, BENGKULU - Setelah satu dari tiga bayi kembar yang lahir lalu dibungkus kantong kresek untuk menggantikan inkubator di Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, meninggal dunia pada Sabtu (3/10/2015), satu lagi juga meninggal dunia pada Kamis (8/10/2015).

"Bayi kembar tiga itu sekarang tinggal satu orang. Pukul 12.00 WIB tadi, bayi laki-laki juga meninggal dunia," kata Lela Sartika, bidan yang membantu persalinan ketiga bayi kembar itu.

Ketiga bayi kembar tersebut adalah anak dari Titi Hidayati, warga Desa Sungai Rumbai, Kabupaten Mukomuko, Bengkulu.

Ketiga bayi kembar ini dilahirkan pada Jumat (2/10/2015) sekitar pukul 21.00 WIB di rumah orangtua Titi. Mereka dilahirkan dalam keadaan prematur dengan berat 1 kg-1,6 kg.

Saat ketiga bayi itu lahir dalam keadaan prematur, puskesmas setempat tak memiliki inkubator.

Akhirnya, bidan berinisiatif membungkus tubuh ketiga bayi itu menggunakan kantong kresek dan disertai botol minum plastik bayi berisi air hangat sebagai pengganti inkubator.

Bayi kembar tersebut akhirnya dirujuk ke RSUD M Yunus yang berjarak lebih dari 200 kilometer. Sayangnya, saat tiba di rumah sakit, salah seorang bayi berkelamin perempuan meninggal dunia, kemudian bayi lainnya yang berkelamin laki-laki.

Rekomendasi Untuk Anda

"Memang ketiga bayinya lahir prematur. Meninggalnya bayi itu akibat banyak sebab. Bisa jadi karena minimnya fasilitas inkubator di puskesmas, atau organ dalam (tubuh bayi) yang belum kuat. Bisa juga karena kelelahan," kata Lela.

Lela pun meminta pemerintah daerah setempat untuk menyediakan inkubator di setiap puskesmas agar kejadian serupa tak terulang.(Kontributor Bengkulu, Firmansyah)

Sumber: Kompas.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas