Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Warga akan Kubur Temuan Bangunan yang Diduga Kerajaan Medang Kamulan

Warga Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, menghentikan upaya penggalian temuan konstruksi bangunan

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Sugiyarto
zoom-in Warga akan Kubur Temuan Bangunan yang Diduga Kerajaan Medang Kamulan
tribunjateng/puthut dwi putranto
Warga Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus melakukan penggalian pondasi bangunan yang diduga merupakan sisa konstruksi kerajaan Medang Kamulan di areal persawahan setempat, Rabu (14/10/2015). Diperkirakan, panjang bangunan tersebut mencapai satu kilometer. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Puthut Dwi Putranto

TRIBUNNEWS.COM, GROBOGAN - Warga Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, menghentikan upaya penggalian temuan konstruksi bangunan yang diduga kuat merupakan sisa peninggalan kerajaan Medang Kamulan, Kamis (15/10/2015).

Masyarakat masih menunggu lampu hijau dari Balai Arkeologi maupun Balai Pelestarian Cagar Budaya.

Kepala Desa Banjarejo, Ahmad Taufik, menuturkan, dari hasil penggalian sementara oleh masyarakat terlihat bahwa bangunan serupa pondasi yang ditemukan itu masih tersusun rapi.

Bangunan yang diperkirakan membujur hingga sepanjang satu kilometer tersebut didominasi oleh batubata berukuran raksasa.


Sejumlah benda yang ditemukan di sekitar penemuan bangunan yang diduga Kerajaan Medang Kamulan. (tribun jateng/puthut dwi putranto)

" Prediksi kami, karena lokasi penemuan berdekatan dengan sungai, bisa saja bangunan ini merupakan jalan dari bersandarnya perahu menuju kerajaan. Bisa saja gerbang kerajaan, " ungkap Taufik kepada Tribun Jateng, Kamis (15/10/2015).

Rekomendasi Untuk Anda

Menurut Taufik, masyarakat setempat berharap ada perhatian serius dari pemerintah mengingat mitologi yang melekat pada masyarakat jika dahulunya wilayah Desa Banjarejo merupakan lokasi peradaban Kerajaan Medang Kamulan pada masa Prabu Dewata Cengkar.

Rencananya, jika tidak segera juga ada tanggapan serius dari pemerintah, masyarakat akan mengubur penemuan bangunan tersebut untuk dijadikan lahan pertanian seperti semula.

" Kami masih menunggu tindak lanjut dari Balai Arkeologi maupun Balai Pelestarian Cagar Budaya. Jika tidak juga ada tanggapan, lokasi akan kami tutup, " tegas Taufik.

Tokoh masyarakat Banjarejo, Sukimin (70), menambahkan, di Desa Banjarejo menyimpan nilai historis tentang peradaban Kerajaan Medang Kamulan.

Cerita turun temurun dari nenek moyang menyebutkan jika konon Desa Banjarejo merupakan wilayah kekuasaan Prabu Dewata Cengkar dan Ajisaka.(*)

Sumber: Tribun Jateng
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas