Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Tujuh Tewas dan Dua Kritis Akibat Kebakaran Hutan Gunung Lawu

Hingga saat ini tercatat tujuh orang meninggal dunia dan dua luka berat akibat kebakaran hutan di lereng Gunung Lawu.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Y Gustaman
zoom-in Tujuh Tewas dan Dua Kritis Akibat Kebakaran Hutan Gunung Lawu
Tribun Jateng/Fajar Eko Nugroho
Evakuasi Korban Gunung Lawu 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Yayan Isro Roziki

TRIBUNNEWS.COM, KARANGANYAR - Tim gabungan BPBD, Perhutani, Koramil 0804/02 Plaosan, Polri, AGL (Anak Gunung Lawu), relawan, dan masyarakat masih memadamkan dan menyisir lereng Gunung Lawu untuk memastikan apakah masih ada korban atau tidak.

Hingga saat ini tercatat tujuh orang meninggal dunia dan dua luka berat akibat kebakaran hutan di lereng Gunung Lawu.

Semua korban meninggal dunia dibawa ke Rumah Sakit Magetan. Jenazah terakhir dapat dievakuasi oleh tim medis dan SAR, Senin (19/10/2015) pukul 10.20 WIB, langsung dibawa ke kamar mayat RS Magetan.

Korban meninggal dunia:

1. Awang (20 thn), Ngawi.
2. Sumarwan (50 thn), Ngawi.
3. Nanang Setyo Utomo (17 thn), Ngawi.
4. Rita Septi (14 thn), Ngawi.
5. Joko Prayitno, Kebun Jeruk, Jeruk. Jakarta.
6. Nanang ( siswa SMK PGRI), alamat belum diketahui.
7. Mr. X, masih dalam identifikasi.

Korban luka berat :
1. Eko Nurhadi (45 thn) dari Brangol RT 2/RW 1 Brangol Kec. Karangjati Ngawi dirawat di RSUD dr. Sudono.
2. Novi Dwi Estiwati (14 thn) alamat Jl. Rajawali Kel. Beran RT 04/RW 01 Kec Ngawi, Kab. Ngawi di rawat di RSUD Mardi Solo.

Rekomendasi Untuk Anda

Hingga saat ini jalur pendakian pos pendakian Cemoro Sewu masih ditutup sejak Jumat (16/10/2015). Daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur sudah lebih dari dua bulan tidak hujan menyebabkan semak belukar kering dan mudah terbakar.

Untuk itu dihimbau agar para pendaki gunung untuk mematikan api unggun atau sumber dimatikan dengan sempurna.

Tim gabungan memastikan api benar-benar padam. Jika perlu ditimbun dengan tanah. Angin kencang seringkali api hidup kembali dan membakar semak belukar di sekitarnya.

Sumber: Tribun Jateng
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas