Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pendaki Diduga Kuat Terabas Jalur-Jalur Ini

Ia memerkirakan para pendaki melalui sejumlah jalur antara lain, jalur Cemoro Kandang, jalur Candi Ceto, maupun jalur Jogorogo.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Wahid Nurdin
zoom-in Pendaki Diduga Kuat Terabas Jalur-Jalur Ini
Surya/Doni Prasetyo
Jenazah korban kebakaran hutan puncak Gunung Lawu di autopsi di kamar jenazah RSUD dr Sayidiman, Magetan, Senin (19/10/2015). 

TRIBUNNEWS.COM, MAGETAN  -  Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Magetan, Agung Lewis mengimbau para pendaki tidak menantang keselamatan pendakian.

Berdasar pengamatannya, para pendaki yang menjadi korban kebakaran hutan di lereng Gunung Lawu baru-baru ini, tidak melintasi jalur Cemoro Sewu.

"Petugas kami sudah menutup jalur pendakian di Cemoro Sewu per tanggal 16 Oktober lalu. Sedangkan nama mereka tidak ada dalam daftar buku pos Cemoro Sewu," ucapnya saat dihubungi Tribun Jateng melalui sambungan telepon, Senin (19/10).

Ia memerkirakan para pendaki melalui sejumlah jalur antara lain, jalur Cemoro Kandang, jalur Candi Ceto, maupun jalur Jogorogo.

"Kami turut berbelasungkawa untuk para korban yang meninggal dunia. Semoga keluarga korban diberi ketabahan," ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan Bupati Magetan, Sumantri.

Ia memastikan seluruh pendaki yang menuju puncak Gunung Lawu masuk lewat jalur pendakian Cemoro Kandang, dikarenakan jalur pendakian Cemoro Sewu sudah ditutup sejak Jumat (16/10).

Rekomendasi Untuk Anda

"Sudah tradisi bertahun-tahun lalu, setiap 1 Muharam (Suro) jalur pendakian Cemoro Sewu ditutup. Apalagi kondisi kemarau, semak semak di atas (puncak Lawu) kering semua, jadi rawan terbakar," kata Sumantri didampingi Direktur RSUD Dr Sayidiman, dr Yusuf Mahatma Andre SpPD.

Sumber: Tribun Jateng
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas