Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Beli Uang Palsu Rp 1 Juta Dapat Rp 19 Juta, Sriyono Pakai untuk Beli Rokok

Anggota Polsek Baureno, Kabupaten Bojonegoro membongkar pengedar uang palsu (upal) pecahan Rp 100 ribu.

Beli Uang Palsu Rp 1 Juta Dapat Rp 19 Juta, Sriyono Pakai untuk Beli Rokok
TRIBUN/GANI KURNIAWAN
ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM, BOJONEGORO - Anggota Polsek Baureno, Kabupaten Bojonegoro membongkar pengedar uang palsu (upal) pecahan Rp 100 ribu.

Upal itu diedarkan oleh Supriyono (45), warga Desa Sukoanyar, Kecamatan Ploso Jombang di wilayah Kecamatan Baureno, Bojonegoro dan Kecamatan Babat, Lamongan.

Supriyono mengaku mendapat upal dari Susilo (31), warga Desa Tulungagung, Kecamatan Baureno, Bojonegoro. Mendapat informasi itu, polisi anggota Polsek Baureno menggerebek rumah Susilo.

Kapolsek Baureno, AKP Mashadi mengungkapkan itu kepada para wartawan, Rabu (21/10).

Menurutnya, pengungkapan kasus tersebut berawal informasi dari penjual rokok di sekitaran Baureno. Penjual rokok mencurigai upal yang dibayarkan Supriyono.

“Dia (penjual rokok) kemudian melapor ke anggota kami. Setelah mengetahui ciri-cirinya, kami menangkap pelaku berinisial SPY di kawasan Pasar Desa Pasinan (pada hari Senin, 19/10/2015),” katanya.

Supriyono kemudian diperiksa penyidik di Mapolsek Baureno. Polisi menyita barang bukti berupa upal dari tangan Supriyono sebanyak 20 lebar pecahan Rp 100 tibu atau total Rp 2 juta dan upal yang digunakan membeli berbagai barang di toko dan kios sebanyak Rp 450.000.

Sementara, dari tangan Susilo, polisi menyita barang bukti upal sebanyak 78 lembar pecahan Rp 100.000 atau senilai Rp 7,8 juta dan uang pembelian upal dari Supriyono Rp 500.000.

“Setelah kami periksa, mereka mengaku mengedarkan upal di wilayah Baureno dan Babat (Lamongan),” beber Mashadi.

Susilo mendapatkan upal dari seorang yang tidak di kenal di Surabaya sejumlah Rp 1‎9 juta.

Ia membeli upal sebanyak itu dengan harga sebesar Rp 1 juta. Uang tersebut kemudian dijual ke orang lain.

Kini, kedua pelaku itu dijerat pasal 36 (3) jo 26 (3) UU RI Nomor 7 tahun 2011 tentang uang palsu dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Editor: Sugiyarto
Sumber: Surya
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas