Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
TribunNews | PON XX Papua
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Ditemukan Upal di Tempat Menginap, Warga Jogja Berurusan dengan Polisi

mengatakan pihaknya telah memeriksa DH dan mengamankan barang bukti upal pecahan Rp 100.000 berjumlah 195 lembar.

Ditemukan Upal di Tempat Menginap, Warga Jogja Berurusan dengan Polisi
jabar.pojoksatu.
Uang palsu siap edar 

TRIBUNNEWS.COM, SIDOARJO - Nasib DH (38) kini terkatung-katung. Untuk sementara waktu, warga Jogja ini berurusan dengan Polsek Gedangan Sidoarjo karena di kamar hotel tempatnya menginap terdapat uang palsu (upal).

Kanit Reskrim Polsek Gedangan, Ipda Untoro, mengatakan pihaknya telah memeriksa DH dan mengamankan barang bukti upal pecahan Rp 100.000 berjumlah 195 lembar.

Kendati DH tengah diperiksa, pihaknya belum menetapkan tersangka dia mengaku tak tahu jika kamar hotelnya tersebut terdapat upal.

"Padahal terperiksa sudah menginap selama dua hari di hotel di daerah Jalan Raya Juanda," kata Untoro, Jumat (30/10/2015).

Untoro menuturkan DH berangkat dari Jogja Minggu (25/10/2015). Kepergiannya ke Sidoarjo untuk menemui rekannya berinisial AS untuk berbicara bisnis minyak.

Namun, dua hari ditunggu AS tak muncul, padahal akomodasi sudah dibayarkan langsung oleh AS.

"Kemudian kami dapat laporan masyarakat kalau ada peredaran upal. Kami geledah tempat terperiksa menginap dan menemukan amplop tertutup berupa upal di bawah kasur," jelasnya.

Dijelaskan, upal ini memiliki bentuk fisik yang cukup baik.

Warna pink pada upal mirip tingkat kecerahannya dengan uang asli. Bahkan, cetakan tanda air gambar WR Soepratman pun terlihat jika diterawang.

"Kualitasnya cukup baik, hanya saja pita benang pengaman berupa cetakan, bukan seperti aslinya," ungkapnya.

Kapolsek Gedangan, AKP Sutrisno, menambahkan pihaknya telah menyerahkan uang tersebut ke laboratorium forensik untuk diuji sampel.

"Upal ini banyak yang memiliki nomor seri yang sama. Diharapkan, masyarakat waspada dan memperhatikan betul uang yang diterima ketika bertransaksi. Khawatirnya, upal ini sudah beredar," tandas Sutrisno.

Editor: Sugiyarto
Sumber: Surya
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas