Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Keluarga Bandar Narkoba Jaringan Tiongkok Ini Kerap Ganti Mobil

Boru Harahap mengatakan, keluarga besar Tommy (22) yang diketahui sebagai bandar narkoba jaringan Tiongkok selalu ganti-ganti mobil mewah.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Sugiyarto
zoom-in Keluarga Bandar Narkoba Jaringan Tiongkok Ini Kerap Ganti Mobil
TRIBUN MEDAN/JEFRI SUSETIO
Dua bandar narkoba T dan H dibawa masuk ke dalam mobil polisi, sebelum dibawa ke Polresta Medan, Selasa (3/11/2015). 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Jefri Susetio

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN- Boru Harahap, warga seputaran Komplek Perwira Indah mengatakan, keluarga besar Tommy (22) yang diketahui sebagai bandar narkoba jaringan Tiongkok selalu ganti-ganti mobil mewah.

"Saya tidak mengenal dekat. Karena selama dua tahu tinggal di sini jarang bermasyarakat, cuma selama ini keluarga mereka selalu ganti-ganti mobil mewah".

Terakhir sedan Toyota warna merah. Saya kurang tahu mereknya," ujarnya saat bertemu www.tribun-medan.com di lokasi, Selasa (3/11/2015) petang.

Dia menjelaskan, selama ini Tommy (22) dan ibunya Eli tidak pernah bermasalah hukum.

Artinya, baru kali pertama rumahnya digerebek polisi. Bahkan, selama ini tidak banyak kerabat yang datang bertamu.

"Kayaknya baik-baik. Memang ada orang di rumah cuma enggak nampak aktivitasnya".

Rekomendasi Untuk Anda

"Kayak rumah kosong saja. Paling kalau pagi anaknya suka hidupkan musik. Perilaku lain enggak ada yang aneh-aneh," katanya.

Pada pemberitaan sebelumnya, Satuan Reserse Narkoba Polresta Medan berhasil menangkap bandar narkoba jaringan Tiongkok di Perumahan Perwira Indah, Jalan Perwira Medan, Selasa (3/11/2015) sore.

Lokasi penggerebekan hanya berjarak puluhan meter dari Markas Kodam Bukit Barisan

Kepala Kepolisian Resor Kota Medan, Komisaris Besar Polisi Mardiaz Kusin Dwihananto mengatakan, dalam operasi penggerebekan polisi menangkap dua pengedar narkoba T (22) dan H (35) bersama barangbukti narkoba siap edar.

"Jaringan narkoba diduga berasal dari Tiongkok. Ada empat kilogram sabu-sabu dan 20.000 butir inex, 4,5 kilogram barang pembuat sabu-sabu".

"Penangkapan ini merupakan hasil pengembangan," ujarnya saat berada di lokasi. (tio/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas