Kabur dari LP Gianyar, Fausi Cabuli Dua Cewek dan Preteli Harta Bendanya
Dalam pelariannya tersebut, Fausi ternyata kembali melancarkan aksi bejatnya dengan mencabuli gadis-gadis belia.
Editor:
Dewi Agustina
TRIBUNNEWS.COM, GIANYAR - Berakhir sudah pelarian Muhammad Fausi (27).
Penjahat yang merudapaksa tiga gadis di bawah umur serta pelaku pencurian dengan pemberatan ini berhasil ditangkap polisi.
Narapidana Rutan Kelas IIB Gianyar, Bali yang melarikan diri Sabtu (31/10/2015) lalu dibekuk oleh jajaran Polsek Bungatan, Situbondo, Jawa Timur, Jumat (6/11/2015).
"Muhamad Fausi sudah berhasil ditangkap," ujar Kepala Kepolisian Resor Gianyar, Ajun Komisaris Besar Farman, memberi kabar kepada Tribun Bali (Tribunnews.com Network), kemarin.
Polres Gianyar sebelumnya mendapatkan informasi bahwa Fausi melarikan diri ke luar Bali.
Kabar ini langsung disikapi dalam bentuk koordinasi lintas resor untuk mempersempit ruang gerak buronan yang kabur dengan cara menjebol plafon dan genteng Rutan Kelas IIB Gianyar itu.
Dalam pelariannya tersebut, Fausi ternyata kembali melancarkan aksi bejatnya dengan mencabuli gadis-gadis belia.
Bahkan saat ditangkap, duda satu anak ini mencabuli dua gadis sekaligus, NPAD (18) dan ID (19), di satu kamar hotel di kawasan wisata Pasir Putih Situbondo.
Fausi juga mempreteli harta benda dua gadis tersebut.
Dua gadis yang kembali menjadi korban Fausi berasal dari Bali dan Surabaya.
Fausi bersama kedua gadis tersebut diketahui telah menginap selama tiga hari.
Diduga kuat, NPAD adalah gadis yang dipacari Fausi selama di Bali.
Sebelumnya diberitakan, Fausi kabur dari Rutan Gianyar bersama seorang gadis asal Banjar Tangkas, Desa Gelgel, Klungkung.
NPAD dilaporkan orangtuanya hilang dari rumahnya di hari yang sama dengan kaburnya Fausi dari Rutan Gianyar.
Dari penelusuran di buku tamu Rutan Gianyar, nama NPAD tercatat sudah tiga kali menjenguk Fausi.
"Tadi (kemarin, red) yang menggerebek aparat dari Polsek Bungatan. Sudah dilimpahkan ke Polres Situbondo. Sekarang ketiganya masih dimintai keterangan penyidik. Jika ada yang dirugikan dan mengandung unsur pidana, tentu akan kami tindaklanjuti," kata Kasubbag Humas Polres Situbondo, Ipda Nanang Priambodo, kepada awak media.
Fausi mengaku perkenalan dengan dua gadis yang dijadikan korban itu terjadi melalui media sosial facebook, beberapa bulan lalu.
Dari perkenalan itu, Fausi mendapatkan nomor ponsel si gadis hingga terus terjadi saling kontak.
Belakangan, pria yang tengah meringkuk di Rutan Gianyar sejak 8 Januari 2015 itu merancang niat jahat.
Dengan dalih akan diajak jalan-jalan di Pulau Jawa, Fausi berhasil membujuk NPAD, yang sebelumnya diketahui sempat tiga kali menjenguk sang residivis di Rutan Gianyar.
Keduanya pun bertolak dari Bali menuju kawasan Jember dengan sepeda motor Honda Vario milik si gadis.
Setibanya di Jember, keduanya menginap di sebuah hotel.
Dengan akal bulusnya, Fausi yang sama sekali tidak mengantongi uang, kemudian meminta perhiasan NPAD untuk dipinjam dan dijualnya.
Tak berhenti di situ, Fausi kembali merayu NPAD untuk meminjam motornya dan digadaikan kepada seseorang di Jember.
"Dari pengakuannya motor itu digadaikan sebesar Rp 2,5 juta," ujar penyidik Reskrim kepada Surya (Tribunnews.com Network).
Setelah mendapat uang, Fausi mengajak NPAD ke Surabaya dengan dalih akan menjemput ID adiknya yang sedang bekerja.
Akhirnya, mereka bertiga melanjutkan perjalanan dan menginap di Pasir Putih.
Wanita berkulit putih asal Sampang, Madura, yang dijemput ternyata bukan adiknya. Melainkan pacar Fausi.
"Saya mau saja, karena katanya saya mau dipertemukan dengan orangtuanya. Tidak tahunya diajak ke hotel," kata korban asal Surabaya.
Baca tanpa iklan