Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Mahasiswa Pilih Meninggalkan Kantor Kejati Riau

Aksi staf tersebut terang membuat massa berang dan melampiaskan kemarahan dengan mengumpat dan memaki.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Wahid Nurdin
zoom-in Mahasiswa Pilih Meninggalkan Kantor Kejati Riau
TRIBUN PEKANBARU/BUDI RAHMAT
Forum Pemuda/Mahasiswa Pembangunan Kabupaten Meranti, Provinsi Riau berujuk rasa ke kantor Kejaksaan Tinggi Riau, Selasa (10/11/2015) 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Budi Rahmat

TRIBUNNEWS.COM, PEKANBARU  -  Aksi unjuk Forum Pemuda/Mahasiswa Pembangunan Kabupaten Meranti, Provinsi Riau di depan kantor Kejaksaan Tinggi Riau (Kejati), Selasa (10/11/2015) hampir saja berujung kisruh.

Pemantiknya, salah seorang staf Kejati mengejar orator pengunjuk rasa dan mengusirnya.

Aksi staf tersebut terang membuat massa berang dan melampiaskan kemarahan dengan mengumpat dan memaki.

Polisi yang berjaga-jaga langsung turun tangan meredakan emosi massa yang hendak menyerang balik.

"Kami datang jauh-jauh dari Meranti hanya diperlakukan seperti ini, " teriak si orator tersebut menggunakan megaphone.

Kecewa dengan perlakuan tersebut, massa memilih meninggalkan kantor Kejati.

Rekomendasi Untuk Anda

Sebelumnya, massa dari Forum Pemuda/Mahasiswa Pembangunan Kabupaten Meranti, Provinsi Riau bersitegang dengan Kasi Penkum dan Humas Kejati Riau, Muhkzan saat keduanya bertemu didepan gerbang pintu masuk kantor Kejaksaan Tinggi Riau, Selasa (10/11/2015).

Massa menolak aspirasi mereka diterima didepan pintu gerbang.

Emosi massa sempat naik saat mengetahui pintu pagar masuk dikunci, dan berupaya mendobraknya.

Namun aksi tersebut langsung mendapat atensi dari polisi yang mengamankan aksi massa.

Mukhzan yang dikepung massa, sempat naik emosi dengan suara yang meninggi.

"Saya disini. Sampaikan aspirasinya. Tidak perlu harus kedalam. Sampaikan pada saya, atau saya pergi. Kalau mau kedalam, silahkan. Rusaklah gedung ini. Masuk penjara kalian semua, " teriak Mukhzan.

Dalam aspirasinya, massa mengungkap pembangunan mess Pemkab Meranti senilai Rp 6 miliar lebih yang terindikasi korupsi.

Kasus pembangunan itu sendiri mendapat atensi dari Kejati. 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas