Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pedagang Minta Transparansi Klaim Asuransi Kebakaran Pasar Andir

Selain meminta jaminan keamanan dari kebakaran, pedagang Pasar Andir juga meminta transparansi klaim asuransi kepada pengelola pasar.

Pedagang Minta Transparansi Klaim Asuransi Kebakaran Pasar Andir
net
ilustrasi kebakaran 

Laporan Wartawab Tribun Jabar, Teuku Muh Guci S

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Selain meminta jaminan keamanan dari kebakaran, pedagang Pasar Andir juga meminta transparansi klaim asuransi kepada pengelola pasar.

Pedagang mempertanyakan klaim asuransi Pasar Andir akibat kebakaran 2010 yang sampai saat ini tidak jelas kemana aliran dananya.

"Dana asuransi 2010 itu turun sekitar miliaran rupiah pascakebakaran 9 Desember 2010. Besarannya berapa kami juga tidak tahu, tapi uang asuransi itu bisa membuat bangunan baru Pasar Andir empat lantai," ujar pedagang Diki Herdiansyah (26), kepada wartawan di Balai Kota Bandung, Selasa (24/11/2015).

Pada kenyataannya, lanjut Diki, para pedagang Pasar Andir tetap tak menempati bangunan yang layak selama lima tahun terakhir ini dan selama itu mereka memanfaatkan lantai basement dan lantai dasar untuk berdagang.

Pedagang baru bisa menempati lantai satu setahun setelah kebakaran, sedangkan lantai dua baru bisa ditempati pada 2015 ini.

"Kami hampir setiap hari membayar asuransi tapi kami tidak tahu juga berapa besarannya. Tapi yang jelas bayar segala sesuatunya kami melalui pengelola pasar," kata Diki.

Hal senada juga dikatakan Apen Kusnadi (32), pedagang Pasar Andir lainnya yang menurut dia banyak ketidaklayakan bangunan di Pasar Andir pascakebakaran.

Seperti roling door yang tipis, dinding kios dan lantai bergelombang, keramik yang terkelupas, dinding atas retak, alat pendukung keamanan yang tidak tersedia.

"Pada intinya kami ingin berjualan dengan aman dan nyaman. Sebab kami masih trauma dengan peristiwa kebakaran 2010. Baru empat tahun usaha, kami sudah mengalami musibah kebakaran itu. Kerugiannya sendiri tidak bisa ditaksir," ujar Apen singkat.

Sejumlah pedagang Pasar Andir berunjukrasa di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukencana, Kota Bandung, Jawa Barat, menuntut jaminan keamanan Pasar Andir kepada Pemerintah Kota Bandung.

Mereka merasa ada pihak yang diduga ingin membakar pasar tersebut. Warga sempat mendapati upaya pembakaran yang diduga dilakukan seorang oknum pedagang pada 15 Oktober 2015.

Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas