Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Petinggi FPI Jawa Barat Urung Temui AMSM

Pihak FPI yang diwakilkan petinggi di DPD Jawa Barat itu tak kunjung datang hingga pukul 12.30 WIB.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Wahid Nurdin
zoom-in Petinggi FPI Jawa Barat Urung Temui AMSM
TRIBUN JABAR/TEUKU MUH GUCI S
Koordinator Aliansi Masyarakat Sunda Menggugat (AMSM), Noery Ispandji Firman, ketika diwawancarai awak media di kantor Sekretariat Jenderal Angkatan Muda Siliwangi, Jalan Braga No 25, Kelurahan Braga, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (26/11/2015). 

Laporan Tribun Jabar, Teuku Muh Guci S

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG  -  Aliansi Masyarakat Sunda Menggugat (AMSM) memastikan FPI batal mendatangi kantor Sekretariat Jenderal Pimpinan Pusat Angkatan Muda Siliwangi (AMS) di Jalan Braga No 25, Kelurahan Braga, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (26/11/2015).

Pihak FPI yang diwakilkan petinggi di DPD Jawa Barat itu tak kunjung datang hingga pukul 12.30 WIB.

"Kami sudah coba mengontak pihak yang mengaku petinggi FPI Jawa Barat dan menghubungi kami untuk melakukan klarifikasi. Tapi sampai jam 12.00 WIB tidak ada jawaban dan konfirmasi," ujar Koordinator AMSM, Noery Ispandji Firman, kepada wartawan.

Noery yang juga Ketua Umum Pimpinan Pusat Angkatan Muda Siliwangi (AMS), mengatakan, datang atau tidaknya FPI, pihaknya tetap mempersoalkan plesetan yang diucapkan Habib Rizieq.

Sebab, ia menegaskan, pihaknya tak pernah mempersoalkan FPI dan dakwah yang dilakukannya.

"Kami hanya tersinggung dengan plesetan yang dilakukannya merubah sampurasun menjadi campur racun yang diucapkan Habib Rizieq," kata Noery.

Rekomendasi Untuk Anda

Seperti yang telah disepakati sebelumnya, lanjut Noery, Habib Rizieq dilarang masuk ke wilayah Jawa Barat apapun alasannya.

Ia meminta polisi untuk melarang hal tersebut untuk mencegah timbulnya masalah baru.

Habib Rizieq juga harus meminta maaf secara terbuka dan melalui media massa.

"Siapapun boleh datang ke Jawa Barat dan silahkan berdakwah tapi harus menyejukkan bukan memberi provokasi negatif dan melecehkan serta menyinggung perasaan orang Jawa Barat. Makanya kami juga minta polisi mengusut tuntas karena dikhawatirkan perilaku ini tidak hanya dilakukan di Jawa Barat, melainkan ke daerah lain juga," kata Noery.

Kecaman terhadap plesetan Habib Rizieq terus berdatangan dan bermunculan.

Seperti diberitakan sebelumnya, kecaman terhadap Habib Rizieq muncul setelah 16 organisasi massa dan lembaga swadaya masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Sunda Menggugat (AMSM).

Mereka mempersoalkan perkataan Habib Rizieq ketika ceramah di Kabupaten Purwakarta pada Jumat 13 November 2015.

Habib Rizieq memplesetkan kata sampurasun menjadi campur racun dinilai telah menghina bangsa Indonesia khususnya masyarakat Jawa Barat.

Plesetan Habib Rizieq sendiri beredar dan ramai diperbincangkan di media sosial. Videonya sendiri diunggah di Youtube pada 14 November 2015 dengan judul Habib Rizieq : Sampurasun?? CAMPUR RACUUUN !!! (Bupati Purwakarta). Dalam video itu, awalnya Habib Rizieq duduk di kursi berkata sampurasun.

Namun ia berteriak dengan lantang mengatakan campur racun. Lalu terdengar suara tepuk tangan menggema. Konon Habib Rizieq tengah berceramah di Purwakarta pada 13 November 2015.

Sumber: Tribun Jabar
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas