Diduga Ganggu Istri Sekdes, Keuchik Dibacok Parang
Tak jelas bagaimana awal mulanya, tiba-tiba istri sekdes tersebut berteriak minta tolong, diduga karena tangannya ditarik sang keuchik.
Editor:
Wahid Nurdin
TRIBUNNEWS.COM, MEULABOH - Keuchik Desa Jawa, Kecamatan Woyla, Aceh Barat, Ismail (45), dibacok dengan parang oleh sekretaris desa (sekdes) setempat, Darwis (40), Jumat (27/11/2015) sekira pukul 11.00 WIB.
Akibat pembacokan tersebut, lengan kanan Ismail mengalami luka.
Disebut-sebut kasus main bacok itu dipicu oleh ulah keuchik yang diduga mengganggu Siti, istri Darwis, saat Keuchik Ismail bertamu ke rumah sang sekdes.
Kasus itu sempat membuat heboh masyarakat Woyla, mengingat bentrokan tersebut melibatkan dua elite gampong.
Sebuah sumber menyebutkan, kasus itu bermula saat Keuchik Ismail bertamu ke rumah Sekdes Darwis.
Tapi ia tak menunggu di teras, melainkan langsung nyelonong ke dapur sambil memanggil-manggil nama si tuan rumah.
Saat itu istri sekdes sedang sendirian di dapur, sedangkan sekdes berada di halaman belakang rumahnya.
Tak jelas bagaimana awal mulanya, tiba-tiba istri sekdes tersebut berteriak minta tolong, diduga karena tangannya ditarik sang keuchik.
Mendengar teriakan istrinya, Darwis langsung berlari ke dapur dan mendapati keuchik berada di dekat istrinya.
Langsung saja ia tebaskan parang ke arah keuchik. Lengan kanan Keuchik Ismail terkena bacokan.
Laporan kasus itu langsung ditindaklanjuti Polsek Woyla dengan mendatangi sang keuchik dan sekdes agar kasus ini tak meluas.
Untuk pengusutan, polisi sudah mengamankan sekdes ke Mapolsek Woyla bersama barang bukti parang.
Sedangkan Keuchik Ismail dibawa polisi untuk divisum.
Namun, karena tak bisa divisum di Puskesmas Woyla, ia langsung dibawa ke Meulaboh, sekitar 40 kilometer dari Woyla.
Saat berangkat ke Meulaboh, Keuchik Ismail mengendarai sepeda motor dinasnya.
Kapolres Aceh Barat, AKBP Teguh Priyambodo Nugroho SIK melalui Kapolsek Woyla, AKP Surianto mengakui adanya kasus main tebas tersebut.
Namun, sejauh ini belum dibuat laporan resmi dari korban bacok.
Begitupun, untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan, baik pelaku dan maupun korban sudah diamankan di mapolsek untuk penyelidikan lebih lanjut.
“Pak Sekdes dan istrinya saat ini berada di polsek. Untuk Pak Keuchik sudah kami minta divisum meski lukanya tidak terlalu parah,” kata Kapolsek Woyla.
Menurutnya, pemicu kasus itu sejauh ini masih dalam penyelidikan polisi.
Namun, dari laporan sementara berkembang isu bahwa kasus ini berawal saat sang keuchik mendatangi rumah sekdes dan diduga mengganggu istri sekdes, sehingga keuchik diparang oleh sekdes.
“Namun demikian, kasus ini masih kita dalami bagaimana sebenarnya kronologi kejadian ini,” jelasnya.
Ia meminta kepada keluarga para pihak, baik dari keluarga keuchik dan keluarga sekdes, untuk menahan diri karena persoalan ini sudah ditangani polisi.
Baca tanpa iklan