Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Orang Tua Korban Pengeroyokan Santri Kaget

Kuntoro, ayah Teguh Purnomo (15) mengaku stres setelah mendapat musibah anaknya tewas di asrama Pendidikan Desa Tanggir

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Sugiyarto
zoom-in Orang Tua Korban Pengeroyokan Santri Kaget
net/google
Ilustrasi. 

TRIBUNNEWS.COM, TUBAN - Kuntoro, ayah Teguh Purnomo (15) mengaku stres setelah mendapat musibah anaknya tewas di asrama Pendidikan Desa Tanggir, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban, Senin (30/11/2015).

Siswa yang masih duduk di kelas X di Madrasah Aliyah (MA) Raudlatut Thalibin itu diduga dianiaya sembilan temannya.

Ketika ditemui di rumahnya di Desa Kanten, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro, raut wajah Kuntoro terlihat lesu di ruang tamu rumah, Kuntoro ditemani belasan kerabatnya. Raut wajah kerabatnya juga terlihat lesu.

Namun, reporter surya.co.id tidak banyak mendapat keterangan dari Kuntoro terkait tewasnya anaknya itu.

Kuntoro khawatir, ketika berbicara dalam keadaan stres tidak akan bisa memberikan keterangan maskimal.

“Iya benar anak saya. Terus terang, saya stres. Silakan minta keterangan dari kepolisian saja,” ujar Kuntoro sembari menyandarkan tubuhnya di tembok rumah, Selasa (1/12/2015) siang.

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: Surya
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas