Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Penyidik Periksa 34 Anggota Sabhara Polda Riau yang Menyerang Kantor Satpol PP

Sebanyak 34 anggota Sabhara Polda Riau diperiksa penyidik Polresta Pekanbaru karena diduga menyerbu kantor Satpol PP Pekanbaru.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Y Gustaman
zoom-in Penyidik Periksa 34 Anggota Sabhara Polda Riau yang Menyerang Kantor Satpol PP
Tribun Pekanbaru/Theo Rizky
Puluhan pelajar SMA/SMK dan SMP diamankan untuk didata di Kantor Satpol PP Kota Pekanbaru, Senin (20/1/2014). Selain pelajar, Satpol PP juga mengamankan pasangan yang diduga berbuat mesum dari sejumlah penginapan dan kos-kosan di Kota Pekanbaru. TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Syaiful Misgiono

TRIBUNNEWS.COM, PEKANBARU - Sebanyak 34 anggota Sabhara Polda Riau diperiksa penyidik Polresta Pekanbaru karena diduga menyerbu kantor Satpol PP Pekanbaru, Selasa (1/12/2015) dini hari.

Penyidik tak hanya meminta keterangan 34 anggota Sabhara Polda Riau dari Selasa (1/12/2015) hingga Rabu (2/12/2015), tapi juga tiga anggota Sapol PP Pekanbaru

Hasil pemeriksaan sementara, 34 anggota kepolisian kompak mengaku memukul korban yang tidak lain anggota Satpol PP Pekanbaru.

"Pengakuan 34 anggota kepolisian, mereka seluruhnya mengaku melakukan pemukulan. Ini masih kita dalami," ujar Wakapolresta Pekanbaru, AKBP Sugeng Putut Wicaksono.

Menurut Sugeng, jika memang 34 anggota Sabhara Polda Riau itu memukul kenapa korbannya tidak meninggal dunia.

Ia menyangka pengakuan mereka bentuk solidaritas saja tapi penyidik tetap mengembangkan kasus tersebut, termasuk meminta keterangan anggota Satpol PP dan warga yang tahu peristiwa tersebut.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kita juga akan meminta keterangan korban dan pasangan muda-mudi yang diamankan Satpol PP," sebut dia.

Hingga saat ini polisi belum menetapkan satu tersangka dalam kasus ini. Menurut Putut, pihaknya akan melakukan sejumlah tahapan untuk bisa menetapkan tersangka kasus ini.

"Kita akan melakukan gelar perkara dan mengkonfrontir kedua belah pihak," papar dia.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas