Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Marah Halim Harahap Bawa Sepak Bola dan Pemerintah Sumut Disegani Provinsi Lain

Sumatera Utara pernah disegani baik dari segi pemerintahan dan sepak bola di bawah kepemimpinan Gubernur Marah Halim Harahap.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Jefri Susetio
Editor: Y Gustaman
zoom-in Marah Halim Harahap Bawa Sepak Bola dan Pemerintah Sumut Disegani Provinsi Lain
Tribun Medan/Tarmizi Khusairi
Muhsin Pohan menunjukkan foto almarhum kakeknya, Mayjen TNI (Purn) Marah Halim Harahap, mantan Gubernur Sumatera Utara sekaligus tokoh legendaris sepak bola di rumah duka, Medan, Kamis (3/12/2015). 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Jefri Susetio

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Provinsi Sumatera Utara baik dari segi pemerintahan dan prestasi olah raga khususnya sepak bola pernah disegani saat di bawah kepemimpinan Marah Halim Harahap.

Mayjen TNI (Purn) Marah Halim Harahap menjabat sebagai Gubernur Sumut periode 1967samapi 1978 dan ia aktif sebagai tokoh sepak bola dan inisiator turnamen bergengsi sepak bola menggunakan namanya, Marah Halim Cup.

"Pada masa dia Sumut disegani oleh provinsi lain, baik dalam olahraga ataupun pemerintahan. Marah Halim Harahap merupakan tokoh legendaris, turnamen piala Marah Halim Cup terkenal hingga berbagai belahan dunia," ujar Pelaksana Tugas Gubernur Sumut, Tengku Erry Nuradi, saat melayah rumah duka almarhum Marah Halim Harahap di Jalan Sakti Lubis, Kamis (3/12/2015).

Seluruh masyarakat Sumut mengenal dekat Marah Halim Harahap dan tak dipungkiri selama masa kepemimpinannya almarhum memberikan kemajuan.

"Kami turut berduka, karena itu mari kita doakan semoga almarhum ditempatkan di sisi Allah dan surga. Ini harapan selaku mengenal dan mencintai. Doa yang langsung diterima adalah doa anak saleh," ungkap Erry.

Marah Halim meninggalkan 10 anak, 24 cucu serta 24 cicit. Istrinya, Zuraida, sudah lama meninggal dunia.

Rekomendasi Untuk Anda

Marah Halim Harahap lahir di Tanusira, Tapanuli Selatan, Sumut pada 28 Februari 1921 dan meninggal dunia pada usia 94 tahun, dan sudah 10 tahun menderita penyakit stroke.

Siang tadi almarhum sudah dikebumikan di Taman Makam Pahlawan Medan, beberapa tokoh masyarakat seperti Abdul Wahap Dalimunthe, Syamsul Arifin, Pejabat Rektor USU Prof Subhilhar, dan Pangdam I Bukit Barisan Mayjen TNI Lodewyk Pusung tampak hadir.

Sumber: Tribun Medan
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas