Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Larang Wartawan Meliput Berita Berarti Memasung Demokrasi

Pembatasan kebebasan pers sama halnya memasung demokrasi.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Jefri Susetio
Editor: Y Gustaman

Laporan Wartawan Tribun Medan, Jefri Susetio

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Herdensi Adnin, mengatakan pembatasan kebebasan pers sama halnya memasung demokrasi.

"Apabila kebebasan pers masih dibatasi, sama saja mengebiri proses demokrasi yang ada di tanah air. Publik memiliki hak mendapatkan informasi," ujar Herdensi di Jalan Brigjen Katamso, Medan, Senin (11/1/2016).

Herdensi berujar para jurnalis selalu dihalang-halangi, dilarang untuk melakukan peliputan, padahal kerja mereka mencari berita diatur dalam undang-undang

"Pada dasarnya kebebasan pers adalah hak yang diberikan konstitusi atau perlindungan hukum yang berkaitan dengan media tanpa adanya campur tangan atau perlakuan sensor dari pemerintah," beber dia.

Menurut Herdensi, janggal apabila di era kebebasan pers saat ini masih terjadi proses pembungkaman terhadap media massa terkait pemberitaannya.

"Proses pembungkaman ini bisa dilakukan dengan banyak cara. Misalnya dengan cara intimidasi, pemboikotan, atau bahkan dengan cara kekerasan," kata Herdensi.

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: Tribun Medan
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas