Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Besse Keluar dari Gafatar karena Diminta Membuka Hijab dan Tak Wajib Puasa dan Salat

Satu keluarga di Kecamatan Ponrang Selatan, diduga ikut organisasi Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar).

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Besse Keluar dari Gafatar karena Diminta Membuka Hijab dan Tak Wajib Puasa dan Salat
Tribun Timur/Sudirman
A Besse memperlihatkan foto anggota keluarganya yang diduga ikut Gafatar. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Sudirman

TRIBUNNEWS.COM, BELOPA - Satu keluarga di Kecamatan Ponrang Selatan, diduga ikut organisasi Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar).

Salah seorang keluarga korban A Besse mengatakan, tiga anggota keluarganya diduga ikut Gafatar yaitu adiknya A Muliani, Burhan Faikal (suami Muliani) dan anak mereka Alexandra Abriana yang baru berusia satu tahun lebih.

Ia menambahkan, sebelum hilang, adiknya Muliani menjabat sebagai bendahara Gafatar di Palopo. Sementara suaminya menjabat sebagai ketua Gafatar Kendari.

Besse mengaku sempat masuk dalam organisasi Gafatar.

"Saya sempat bergabung di Gafatar karena diajak adik saya dan yang membuat saya tertarik karena banyak kegiatan- kegiatan sosialnya seperti acara donor darah," ujar A Besse, Rabu (13/1/2016).

Besse memilih meninggalkan organisasi Gafatar setelah menghadiri acara deklarasi Gafatar di Gedung CCC Makassar.

Rekomendasi Untuk Anda

Saat menghadiri acara deklarasi Gafatar di Makassar, ia diminta untuk membuka hijab.

Selain itu, yang membuatnya keluar organisasi Gafatar dikarenakan dalam Gafatar tidak diwajibkan melakukan puasa dan salat.

Sumber: Tribun Timur
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas