Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Proses Ribuan Pengikut Gafatar Dramatis dan Mencekam Saat Permukiman Itu Dibakar Massa

Evakuasi warga eks Gafatar di permukiman Moton Panjang Mempawah Provinsi Kalbar berlangsung dramatis.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Sugiyarto
zoom-in Proses Ribuan Pengikut Gafatar Dramatis dan Mencekam Saat Permukiman Itu Dibakar Massa
TRIBUN PONTIANAK/MADROSID
Warga Kabupaten Mempawah membakar pemukiman warga mantan Gafatar yang bermukim di Moton Panjang Dusun Pangsuma Desa Antibar Kecamatan Mempawah Timur, Selasa (19/1/2015). Sebelumnya warga lokal telah memberikan peringatan agar warga pendatang eks Gafatar untuk kembali ke daerahnya masing-masing dan tidak mendiami kawasan tersebut. TRIBUN PONTIANAK/MADROSID 

TRIBUNNEWS.COM, MEMPAWAH - Evakuasi warga eks Gafatar di permukiman Moton Panjang Mempawah Provinsi Kalbar berlangsung dramatis.

Evakuasi dilaksanakan saat permukiman Gafatar itu dibakar oleh massa, Selasa 19 Januari 2016.

Masyarakat yang tidak terbendung langsung merangsek. Satu persatu pondok pemukiman dirusak dan dibakar.

Api pun membesar sekalipun hujan terus mengguyur. Sampai massa membakar pondok kedua, terpaksa evakuasi dipercepat.

Rombongan kendaraan pejemputan telat datang, namun karena massa dan semakin beringas, evakuasi dilakukan menggunakan mobil dalmas. Hingga semua kendaraan pejemputan tiba.

Di tengah hujan deras dan kepulan asap, para eks pengikut ormas Gafatar ini dikawal menuju mobil evakuasi.

Tua muda sampai anak bayi semua kena guyur hujan. Derai air mata pun tampak di pipi para ibu-ibu.

Rekomendasi Untuk Anda

 Sementara untuk yang sakit, pihak petugas menandunya hingga ke kendaraan evakuasi.

Belum jelas kemana arah tujuan dari evakuasi. Namun lokasi terbaik akan diupayakan pemda setempat.

"Kita akan evakuasi mereka ke tempat yang paling aman. Kita harap ini, akan selesai disini. Dan kondisi aman dan damai kita harapakan," ujar Bupati Mempawah yang berada di lokasi.

Saat ini massa hanya menyisakan 2 bangunan, 1 pos dan 1 mushala tidak dibakar.

Seiring redanya pembakaran, Kapolda Brigjen Pol Arif Sulistyanto datang bersama rombongan.

"Kita akan bawa semua ke tempat aman. Apakah itu di lapangan bola dulu," ujar Kapolda.

Ia juga memerintahkan kepada anggotanya untuk melakukan pengamanan terhadap sisa bangunan dan barang-barang. (tribunpontianak)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas