Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Saat Digerebek, Dion Sedang Tunggui Anak Asuhnya Berikan Service Short Time

Untuk cewek dari Jakarta, Dion memasang tarif Rp 15 juta, sedangkan cewek dari Medan dipasangi tarif Rp 10 juta.

Saat Digerebek, Dion Sedang Tunggui Anak Asuhnya Berikan Service Short Time
Tribun Pekanbaru/David Tobing
Dionaldo (20), tersangka kasus prostitusi online yang bertindak sebagai mucikari, diamankan jajaran Polresta Pekanbaru, Riau, Senin (5/10/2015). Sejumlah wanita yang dijajakan oleh tersangka berasal dari kalangan mahasiswi di Pekanbaru dengan tarif berkisar antara Rp 2,5 juta hingga Rp 8 juta. 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Budi Rahmat

TRIBUNNEWS.COM, PEKANBARU  -  Saat dilakukan penggerebekan oleh Satuan Reskrim Polresta Pekanbaru di salah satu hotel berbintang di Pekanbaru, terdakwa Dion tengah menunggu anak asuhnya melayani pria hidung belang untuk service short time.

Penggerebekan dilakukan di kamar 441 hotel tersebut. Seorang anak asuhnya berinisial S diringkus bersama dengan seorang lelaki yang menjadi pelanggannya.

"Saat itu terdakwa tengah menunggu anak asuhnya untuk service short time dengan tarif Rp 2,5 juta. Terdakwa mendapatkan bagian Rp 500 ribu," terang Jaksa Penutut Umum Ivan Yoko usai sidang prostitusi online dengan terdakwa Dion di Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, Selasa (19/1/2016).

Menurut Ivan, tarif tersebut ditentukan oleh terdakwa Dion sendiri.

"Tidak ada paksaan bagi anak cewek yang ditawarkan oleh terdakwa. Ketika disebutkan harganya dan sicewek menerima maka dilanjutkan dengan kencan," terang Ivan.

‎Terdakwa Dion ternyata juga bisa mendatangkan cewek-cewek cantik dari Jakarta dan Medan untuk pria hidung belang. Tarifnya pun berbeda tergantung cantik tidaknya cewek yang ditawarkan.

Untuk cewek dari Jakarta, Dion memasang tarif Rp 15 juta. Sedangkan cewek dari Medan dipasangi tarif Rp 10 juta.

Dion kembali menjalani sidang di Pengadilan Negeri Pekanbaru, Selasa (19/1/2016) sore.

Materi sidang keterangan saksi penangkap dan terdakwa itu dipimpin oleh hakim ketua Sorta Ria Neva. Rencananya sidang prostitusi online ini akan dilanjutkan minggu depan dengan agenda tuntutan. (*)

Ikuti kami di
Penulis: Budi Rahmat
Editor: Wahid Nurdin
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas