Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kepala Badan SAR Soelistyo Ganti Nama Semua Kapal dengan Nama Wayang

Kepala Badan SAR Nasional Marsekal Madya TNI F.H.B. Soelistyo, S.Sos meresmikan Kapal Negara SAR Wisanggeni di Pelabuhan Semayang Balikpapan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Ahmad Sidik
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Kepala Badan SAR Soelistyo Ganti Nama Semua Kapal dengan Nama Wayang
Tribun Kaltim/Ahmad Sidik
Kepala Badan SAR Nasional Marsekal Madya TNI F H B Soelistyo S Sos memberikan sambutan peresmian Kapal Negara SAR Wisanggeni 236, Pelabuhan Semayang Balikpapan, Kamis (21/1/2016). 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Ahmad Sidik

TRIBUNNEWS.COM, BALIKPAPAN - Kepala Badan SAR Nasional Marsekal Madya TNI F.H.B. Soelistyo, S.Sos meresmikan Kapal Negara SAR Wisanggeni di Pelabuhan Semayang Balikpapan, Kamis (21/1/2016).

Dalam sambutannya Soelistyo menjelaskan tentang penamaan Kapal Negara SAR Wisanggeni.

Soelistyo mengatakan selama menjabat sebagai Kepala Badan SAR, dia mengganti nama semua Kapal SAR dengan nama wayang.

Menurutnya nama tokoh wayang bukan hanya milik orang jawa.

"Wayang tidak hanya milik orang Jawa, wayang milik semua orang di seluruh dunia," ungkap Soelistyo.

Tokoh wayang Wisanggeni bagi Soelistyo adalah tokoh yang bisa mengetahui isi pikiran dan hati lawan.

Rekomendasi Untuk Anda

Wisanggeni bisa bertindak cepat dalam mengatasi segala permasalahan.

Bagi Soelistyo, Wisanggeni adalah tokoh sakti yang cocok untuk nama Kapal Negara SAR di Balikpapan.

"Wisanggeni dalam pewayangan merupakan anak dari Permadi atau Janaka. Wisanggeni adalah tokoh sakti. Ketika dia bertemu lawannya dia mengetahui apa yang akan dilakukan lawannya kepada dirinya," ungkap Soelistyo.

Dengan penamaan Wisanggeni, Soelistyo berharap para crew dan kapal tahu sebelum ada kejadian bahaya.

Dia juga mengatakan peran serta masyarakat daerah bisa lebih baik dalam menjalin kerja sama dengan komponen SAR.

"Wisanggeni tahu sebelum segala sesuatu terjadi. Saya ingin kapal SAR seperti Wisanggeni, tahu sebelum ada bencana terjadi. Jadi rakyat belum tenggelam kapal sudah berangkat," tutur Soelistyo.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas