Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kapal Penyelundup Beras Kerahkan Massa dan Serang Petugas Bea Cukai

Kata Nugroho, dari tiga kapal yang diamankan, ada dua kapal telah diproses dan berkas sudah P21. Dan satu kapal lagi masih dalam penyelidikan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Alvin Lamaberaf
Editor: Wahid Nurdin
zoom-in Kapal Penyelundup Beras Kerahkan Massa dan Serang Petugas Bea Cukai
surya/ahmad faisol
ILUSTRASI 

Laporan wartawan Tribun Batam, Alvin Lamaberaf

TRIBUNNEWS.COM, BATAM -  Pihak Bea dan Cukai Tipe B Batam, Provinsi Kepri dalam setahun ini telah menangkap dan menahan tiga unit kapal yang digunakan untuk menyelundup beras impor dari luar negeri.

"Ada tiga kapal penyelundup beras impor dan muatannya senilai Rp 2,6 Miliar berhasil kita amankan bersama jajaran kepolisian di Tanjung Sengkuang," kata kepala Kantor Bea dan Cukai Tipe B Batam, Nugroho Wahyu Widodo di Aula kantor BC Batam, Selasa (26/1/2016).

Kata Nugroho, dari tiga kapal yang diamankan, ada dua kapal telah diproses dan berkas sudah P21. Dan satu kapal lagi masih dalam penyelidikan.

Katanya, pihaknya terus melakukan penindakan terhadap masuknya beras impor di Batam secara ilegal.

Selain itu pihaknya juga pihaknya memperketat pengawasan untuk mengamankan kapal-kapal yang dicurigai menyelundupkan barang illegal ke Batam.

"Kita pernah lakukan upaya penangkapan kapal. Namun justru kita diserang dan kapal kita salah satunya dibawa kabur oleh para pelaku," ujar Nugroho.

Rekomendasi Untuk Anda

Kata Nugroho saat itu, pihaknya menarik mundur anggotanya karena kekuatan tidak seimbang dengan pengerahan massa pelaku di tengah laut.

"Jumlah mereka ada ratusan orang dengan kapal-kapal kecil yang membantu para penyelundup. Mereka pakai massa dan menyerang kita dengan bom molotov. Beruntung kita dapat menyelamatkan diri," ungkapnya.(*)

Sumber: Tribun Batam
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas