Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Hari Terakhir Batas Penjemputan, Masih Ada Ribuan Eks Gafatar di Donohudan Belum Dijemput

Ribuan eks Gafatar yang dibawa dari Kalimantan ke Jawa Tengah masih berada di Asrama Haji Donohudan Boyolali.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Sugiyarto
zoom-in Hari Terakhir Batas Penjemputan, Masih Ada Ribuan Eks Gafatar di Donohudan Belum Dijemput
TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
eks gafatar 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Nur Huda

TRIBUNNEWS.COM, SEMARANG - Ribuan eks Gafatar yang dibawa dari Kalimantan ke Jawa Tengah masih berada di Asrama Haji Donohudan Boyolali.

Mereka masih menunggu penjemputan yang dilakukan oleh pemerintah daerah asal.

Hal itu dikatakan Kepala Kesbangpolinmas Provinsi Jateng, Ahmad Rofai, Minggu (31//1/2016).

Menurutnya, eks Gafatar yang masih berada di Asrama Haji Donohudan tersebut berasal dari pemulangan kloter ketiga.

Mereka diangkut menggunakan kapal Dharma Ferry. Total eks Gafatar yang diangkut menggunakan kapal tersebut berjumlah 1.281 orang.

"Terakhir hari ini penjemputannya, tapi masih banyak yang belum diambil ada ribuan, angka detilnya saya lupa. Tapi kita tetap menunggu jika memang belum diambil oleh pemerintah kabupaten dan kota," ujarnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Rofai melanjutkan, eks Gafatar yang telah diserahkan ke pemerintah daerah asal, sudah diberi pembekalan sejak mereka datang di Donohudan.

Pembekalan diberikan oleh psikolog, tokoh agama, Kementerian Agama, serta aparat TNI dan Polri.

Dalam pembekalan, disampaikan mengenai siraham rohani, bina mental dan dialog, serta wawasan kebangsaan.

Untuk anak-anak, selain telah diberikan makanan yang cukup dan bergizi, juga diberikan permainan agar nyaman di penampungan.

Sementara untuk pendataan, deteksi identitas dilakukan dengan cara mencocokannya melalui alat yang digunakan untuk perekaman KTP Elektronik.

Sebab menurut Rofai, melalui alat tersebut tidak dapat dibohongi karena banyak yang mengaku KTP nya hilang dan terbakar.

"Misalnya mengaku namanya Ali tapi ketika di perekaman muncul nama lain, maka dilakukan perekaman ulang," katanya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas