Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Sempat Membantah, Rampok Ini Akhirnya Ngaku Saat Dipertemukan Korbannya

Tersangka juga mengaku beraksi bersama tiga orang temannya yang lain yakni Nolo Daya, Sola Laia dan Apos Harita dan mereka sudah diamankan.

Sempat Membantah, Rampok Ini Akhirnya Ngaku Saat Dipertemukan Korbannya
TRIBUN MEDAN/ARRAY A ARGUS
Tersangka perampokan dan pemerasan sopir truk lintas yang diamankan petugas Polres Nias Selatan. 

Laporan Wartawan Tribun Medan Array A Argus

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Pelaku perampokan sopir lintas di Desa Hilimagai, Toma, Nias Selatan, bernama Bakari Nakhe (25), warga Desa Hilimagari, Kecamatan Toma, Nias Selatan sempat melawan saat diamankan petugas Polres Nias Selatan.

Ia menolak dituding sebagai pelaku perampokan pengemudi yang membawa muatan air mineral.

Tidak percaya begitu saja, polisi mempertemukan tersangka dan korban. 

"Saat  dipertemukan dengan korban Pardianto dan Arpian,  tersangka pun tak dapat mengelak. Ia kemudian mengakui semua perbuatannya," kata Kabid Humas Polda Sumut, Komisaris Besar Helfi Assegaf, Selasa (2/2/2016) siang.

Tersangka juga mengaku beraksi bersama tiga orang temannya yang lain yakni Nolo Daya, Sola Laia dan Apos Harita dan mereka sudah diamankan.

Ketiganya dijerat pasal 365 subsider pasal 368 KUHPidana.

"Adapun barang bukti yang diamankan berupa dompet milik korban. Dan sejumlah uang hasil perampokan dan pemerasan," katanya.

Diberitakan, Pardianto (37) warga Dusun I, Sei Mencirim Gang Rambutan, Suka Maju, Sunggal Deli Serdang dan supir cadangan bernama Arpian (34) warga Desa Lubuk Palas, Silau Laut, Kisaran menjadi korban perampokan yang dilakukan empat orang pelaku.

Penulis: Array Anarcho
Editor: Eko Sutriyanto
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas