Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Stigma Medan Kota Preman Harus Segera Dihilangkan

Menurut Maulana, selama ini Kota Medan mendapat stigma sebagai Kota Preman.

Stigma Medan Kota Preman Harus Segera Dihilangkan
Tribun Medan/Array A Argus
Dari kiri ke kanan, Kapolresta Medan, Kombes Mardias Kusin Dwihananto, Ketua DPD IPK Kota Medan, Thomas Purba, Asisten I Pemko Medan, Musaddad, Ketua MPC PP Kota Medan, AR Batubara dan Komandan Kodim 02/01 BS, Kolonel Inf Maulana Ridwan 

Laporan Wartawan Tribun Medan/ Array A Argus

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Suburnya tumbuh kembang organisasi kepemudaan di Sumatera Utara, khususnya Medan mendapat stigma buruk dari masyarakat yang tinggal di luar Kota Medan.

Hal itu disampaikan Komandan Kodim 02/01 BS, Kolonel Maulana Ridwan dalam deklarasi damai antara Pemuda Pancasila (PP) dengan Ikatan Pemuda Karya (IPK).

Menurut Maulana, selama ini Kota Medan mendapat stigma sebagai Kota Preman.

Apalagi, lanjutnya, hampir puluhan tahun Kota Medan kerap dilanda peperangan dan bentrok antar kubu OKP.

"Medan ini sering di katakan sebagai Kota Preman. Kedepan, dengan deklarasi damai ini, kata-kata Kota Medan sebagai kota preman harus dihilangkan," ungkap Maulana, Selasa (2/2/2016) sore.

Ia mengaskan, jika kedepan hari terjadi perselisihan antara dua kubu OKP yang berbeda, sebaiknya persoalan itu diselesaikan dengan cara bermusyawarah.

Kedua kelompok, baik itu organisasi apapun, kata Maulana, harus mengedepankan aspek hukum dan jalur damai.

"Suatu saat nanti, tokoh-tokoh OKP ini akan kita pertemukan. Selama ini, mungkin yang dikenal hanya pimpinan-pimpinannya saja. Sementara yang di bawah-bawah tidak saling kenal," ungkap Maulana.

Ia menjelaskan, dalam pertemuan kedepan yang bakal digagas Pemerintah Kota Medan, seluruh organisasi kepemudaan akan dikumpulkan untuk membuat suatu kegiatan yang positif.

Salah satu kegiatan positif yang bakal dicanangkan adalah kegiatan olahraga.

"Pertemuan-pertemuan positif tentu akan dilakukan dikemudian hari. Mungkin dengan cara berolahraga sama atau sebagainya," ungkap Maualana.

Dengan begitu, sambungnya, antara kelompok OKP ini akan saling mengenal satu sama lain.

Sehingga ke depan diharapkan tidak adalagi pertumpahan darah karena masalah sepele.(ray/tribun-medan.com)

Penulis: Array Anarcho
Editor: Sugiyarto
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas