Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Cucunya Disiksa di Malaysia, Nenek Ini Datangi Konjen Malaysia

Selama bekerja di Malaysia, kata Nur Sam, cucunya itu tidak pernah mendapat gaji.

Cucunya Disiksa di Malaysia, Nenek Ini Datangi Konjen Malaysia
TRIBUN MEDAN/ARRAY A ARGUS
Nur Syam, wanita renta asal Tanjung Balai yang rela berangkat dari kampungnya menuju Konjend Malaysia untuk mencari keberadaan cucunya di Malaysia 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Array A Argus

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN  -  Nur Sam, wanita renta yang kini menginjak usia 64 tahun merupakan satu dari ribuan warga Indonesia yang merindukan kepulangan keluarganya dari Malaysia.

Saat ditemui Tribun di Konsulat Jendral (Konjend) Malaysia Jl Diponegoro Medan, warga Jl Bagan Asahan, Sungai Apung, Tanjung Balai ini mengaku datang ke Konjen Malaysia untuk meminta bantuan memulangkan cucunya bernama Sarah Febrina, yang mengaku kerap disiksa selama bekerja di Malaysia.

"Saya ke sini mau minta bantuan pihak Malaysia. Cucu saya kebetulan bekerja sebagai pembantu di sana. Selama di Malaysia, cucu saya ini mengaku sering disiksa majikannya," kata Nursam dengan suara parau, Rabu (3/2/2016) siang.

Selama bekerja di Malaysia, kata Nur Sam, cucunya itu tidak pernah mendapat gaji. Bahkan, cucunya itu kerap tidak diberi makan.

"Dia (Sarah Febrina) sudah tujuh bulan kerja di sana. Sejak lima bulan belakangan ini, dia sudah tidak bisa dihubungi," kata Nur Sam dengan mata berkaca-kaca.

Lantaran cucunya sudah tidak diketahui lagi kabar dan keberadaannya, Nur Sam bersama sejumlah mahasiswa yang mengatasnamakan dirinya Aliansi Mahasiswa Peduli Bangsa Sumatera Utara (AMPB SU) mendatangi Konjen Malaysia.

Nur Sam berharap, Konjen Malaysia mau mencari tahu kabar dan keberadaan cucu pertamanya itu.

"Inilah nak, nenek mau minta bantuan pihak Malaysia. Nenek khawatir dia kenapa-kenapa di Malaysia. Apalagi, handphone dan paspor cucu nenek ini katanya ditahan majikannya. Itupun nenek taunya waktu dua bulan pertama kerja dia menelfon," ungkap Nur Sam kemudian masuk ke Konjend Malaysia.(*)

Penulis: Array Anarcho
Editor: Wahid Nurdin
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas