Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 02:00 WIB
Qatar
Qatar
VS
Switzerland
Swiss
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 05:00 WIB
Brazil
Brasil
VS
Morocco
Maroko
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 08:00 WIB
Haiti
Haiti
VS
Scotland
Skotlandia
Grup D - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 11:00 WIB
Australia
Australia
VS
Turkiye
Turki
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Gendong Bayi Majikan Sampai Jatuh, Pengasuh Anak Masuk Bui

Baru empat bulan pekerja sebagai pengasuh bayi, Anike Turane (47) harus mendekam di ruang tahanan Polres Malang, Jawa Timur.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Y Gustaman
zoom-in Gendong Bayi Majikan Sampai Jatuh, Pengasuh Anak Masuk Bui
Surya/David Yohanes
Tersangka Anike Turane. 
Memuat video…

Laporan Wartawan Surya, David Yohannes

TRIBUNNEWS.COM, MALANG - Baru empat bulan pekerja sebagai pengasuh bayi, Anike Turane (47) harus mendekam di ruang tahanan Polres Malang, Jawa Timur.

Sang majikan melaporkan Anike karena menjatuhkan bayi berusia lima bulan yang diasuhnya. 

Anike didatangkan dari Manado karena satu kampung dengan sepasang suami istri anggota TNI yang mempekerjakannya dan tinggal di daerah Pakis, Kabupaten Malang.

Sebagai pengasuh anak, tugas Anike salah satunya memandikan anak pertama pasangan ini, QL, dua kali sehari.

“Setiap pagi saya mandikan si adik. Begitu juga kalau sore hari, si adik saya mandikan lagi,” ucap Anike polos saat ditemui di Polres Malang, Selasa (2/2/2016).

Pada Senin (25/1/2016) pukul 15.30 WIB, Anike bermaksud memandikan QL, tapi baru saja mengangkat si bayi dari kasur matras yang digelar di lantai ruang keluarga, punggung Anike merasa nyeri dan tangannya lemas tak berdaya.

Rekomendasi Untuk Anda

Akibatnya, tubuh mungil QL terlepas dari gendongannya dan terjatuh di kasur, sementara kepalanya membentur lantai.

“Kira-kira saya angkat tingginya sekitar setengah meter. Waktu jatuh dia menangis, tapi rumah dalam keadaan sepi,” sambung Anike.

Usai kejadian tersebut, Anike ketakutan dan takut bercerita kepada majikannya, tapi majikannya tahu menjelang malam lalu bertanya apa yang sebenarnya menimpa QL.

“Saya ketakutan sekali waktu ditanya begitu. Makanya saya berbohong. Ya itu memang kesalahan saya tidak berani jujur,” tambah Anike.

Pada akhirnya kedua majikan Anike tahu apa yang terjadi dan QL dilarikan ke Rumah Sakit Tentara Soepraoen Kota Malang.

Berdasar hasil CT scan, ada pembekuan darah di kepala QL lalu orangtuanya melaporkan Anike ke Polsek Pakis.

Namun, karena menyangkut perempuan dan anak, perkara ini dilimpahkan ke Polres Malang dan penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak telah menetapkan Anike sebagai tersangka dan ditahan.

Anike hanya bisa menyesali apa yang telah terjadi, sebab menurut dia seminggu sebelum kejadian tersebut, dirinya sempat sakit.

“Sakit itu yang membuat punggung dan tangan saya tidak kuat,” beber dia.

Sumber: Surya
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas