Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Selain Disiksa, Sarah Dikabarkan Tak Diizinkan Beribadah Oleh Majikan

Wanita yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga (PRT) ini juga kerap tidak diizinkan beribadah.

Selain Disiksa, Sarah Dikabarkan Tak Diizinkan Beribadah Oleh Majikan
TRIBUN MEDAN/ARRAY A ARGUS
Nur Syam, wanita renta asal Tanjung Balai yang rela berangkat dari kampungnya menuju Konjend Malaysia untuk mencari keberadaan cucunya di Malaysia 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Array A Argus

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN  -  Sarah Febrina, tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Tanjung Balai yang sudah bekerja selama tujuh bulan di Malaysia dikabarkan tak hanya mendapat kekerasan fisik dari majikannya.

Wanita yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga (PRT) ini juga kerap tidak diizinkan beribadah.

"Cucu nenek (Sarah Febrina) ini awalnya sering menelfon pertama-tama dia kerja di Malaysia. Waktu dua bulan pertama kerja, dia ngaku sering enggak dikasih makan. Kemudian dia dilarang beribadah dan dipukuli," kata nenek Sarah bernama Nur Sam saat mendatangi Konsulat Jendral (Konjen) Malaysia, Rabu (3/2/2016) siang.

Lantaran kerap disiksa dan dilarang beribadah, Sarah pun meminta neneknya untuk menemui penyalur tenaga kerja berinisial PO di Tanjung Balai.

Wanita yang dikenal sebagai agen pekerja ini diminta untuk membantu memulangkan Sarah.

"Itulah nak, kami juga enggak pernah bertemu sama penyalurnya. Makanya nenek bingung kali ini, mau kemana pun sudah tidak tahu," ungkap Nur Sam dengan mata berkaca-kaca.

Saat kejadian ini diceritakannya kepada sejumlah tetangganya, kebetulan sejumlah mahasiswa Aliansi Mahasiswa Peduli Bangsa Sumatera Utara (AMPB SU) mendengar kabar ini. Mereka pun berinisiatif untuk membantu Nur Sam.

"Tolong lah nenek ya nak. Ini cucu pertama nenek. Sudah enggak tau kami bagaimana kabarnya di sana. Sudah lima bulan dia (Sarah) enggak bisa dihubungi," kata Nur Sam dengan harapan Konjend Malaysia mau membantu mencari keberadaan cucunya di Malaysia.(*)

Penulis: Array Anarcho
Editor: Wahid Nurdin
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas