Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

"Sakitnya Tuh Di Sini Kalau Rumah Digusur"

"Sakitnya tuh di sini pak. Kalau rumah mau digusur. Cemana enggak sakit, mikirkan anak, mikirkan makan," teriak warga yang tinggal di pinggir rel.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Array Anarcho
Editor: Y Gustaman
zoom-in
Tribun Medan/Array A Argus
Ratusan warga pinggir rel berjoget di depan kantor PT KAI Divre I Wilayah Sumut-Aceh, Kota Medan, Senin (15/2/2016). 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Array A Argus

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Ratusan masyarakat pinggir rel berunjuk rasa di depan PT Kereta Api Indonesia Divisi Regional I Wilayah Sumatera Utara-Aceh di Jalan HM Yamin, Kota Medan.

Mereka kesal akan sikap PT KAI yang tak mau menemui massa karena terancam penggusuran. Daripada kesal menunggu, mereka akhirnya berjoget sambil diiringi musik yang keluar dari pengeras suara.

"Kalau mereka tetap tidak mau menemui kita, lebih baik kita berdisco dulu. Biar mereka mendengar musik kita ini," teriak seorang pengunjuk rasa melalui pengeras suara, Senin (15/2/2016).

Dalam aksinya kali ini, pengunjuk rasa berjoged diiringi musik dangdut 'Sakit Tuh di Sini.' Mereka menganggap lagu ini mewakili perasaan masyarakat yang tinggal di pinggir rel.

"Sakitnya tuh di sini pak. Kalau rumah mau digusur, cemana enggak sakit? Mikirkan anak, mikirkan makan," teriak pengunjuk rasa.

Pengunjuk rasa yang tengah berjoget kembali mengangkat tangan. Mereka menyebut, PT KAI bertindak semena-mena.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kenapa kami diintimidasi? Kenapa ada tentara datang ke rumah-rumah? Jangan menakut-nakuti kami pak," teriak mereka.

Sumber: Tribun Medan
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas