Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Operasi Simpatik Lodaya Serentak di Wilayah Jawa Barat Selama 21 Hari

Polisi di Jawa Barat akan melaksanakan operasi bersandi Simpatik Lodaya 2016 hingga 21 hari kedepan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Operasi Simpatik Lodaya Serentak di Wilayah Jawa Barat Selama 21 Hari
Istimewa/Dokumentasi Kabid Humas Polda Jabar
Polda Jawa Barat menggelar pasukan Operasi Simpatik Lodaya 2016 di lapangan upacara Markas Polda Jawa Barat, Jalan Soekarno-Hatta 748 Bandung, Kota Bandung, Selasa (1/3/2016). Operasi Simpatik Lodaya 2016 ini digelar mulai 1 Maret sampai dengan 21 Maret 2016 di seluruh wilayah Jawa Barat. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Teuku Muh Guci S

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Polisi di Jawa Barat akan melaksanakan operasi bersandi Simpatik Lodaya 2016hingga 21 hari kedepan. Operasi dilaksanakan serentak di seluruh wilayah Jabar.

Kapolda Jabar Irjen Pol Moechgiyarto mengatakan, operasi tersebut untuk mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran berlalu lintas.

Operasi akan lebih mengedepankan kegiatan preemtif dan preventif terhadap pelanggar lalu lintas.

Selain itu, kegiatan itu juga terdapat penegakan hukum khususnya di Kawasan Tertib Lalu Lintas (KTL).

Keberadaan KTL diharapkan untuk menciptakan lokasi penggal jalan yang tertib marka, rambu, parkir serta pengguna jalan.

"Jumlah personel yang terlibat dalam Operasi Simpatik Lodaya 2016 tersebut sebanyak 1.408 personel terdiri dari personel dari Polda Jabar sebanyak 270 personel dan dari Polres/Polrestabes jajaran Polda Jabar sebanyak 1.138 personel," kata Moechgiyarto melalui keterangan resminya kepada Tribun Jabar (Tribunnews.com Network), Selasa (1/3/2016).

Rekomendasi Untuk Anda

Menurut Moechgiyarto, operasi simpatik tahun ini memang mengoptimalkan penerapan KTL. Sebab KTL masih kurang dirasakan masyarakat lantaran kurangnya kepedulian stakeholder di bidang lalu lintas.

Menurutnya, operasi ini dijadikan momen untuk meningkatkan hal tersebut.

"KTL yang sudah ada harus ditingkatkan menjadi lokasi penggal jalan tertentu yang ditangani secara lebih terkoordinatif dan terprogram," kata Moechgiyarto. (cis)

Sumber: Tribun Jabar
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas