Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Orangtua Kini Menuntut Hasil Sunat Anaknya Indah Secara Kosmetik

Agar bisa mendapatkan hasil sunat yang indah secara kosmetik, baik saat ereksi ataupun tidak, diperlukan tingkat keahlian dan kecakapan yang tinggi.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Eko Setiawan
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Orangtua Kini Menuntut Hasil Sunat Anaknya Indah Secara Kosmetik
istimewa
Pendiri Rumah Sunatan, dr. Mahdian Nur Nasution SpBS, dalam acara Launching Mahdian Klem di Hotel Ceilendra Prime, Yogyakarta, 

TRIBUNNEWS.COM, YOGYAKARTA - Pendiri Rumah Sunatan,  dr. Mahdian Nur Nasution SpBS mengatakan, saat ini khitan atau sunat seringkali tidak hanya jadi  momok bagi anak laki-laki, tapi juga orangtua.

"Belakangan ini rasa takut juga dirasakan oleh orangtua si anak, khawatir  hasil sunat tidak indah secara kosmetik karena hasil khitan menentukan ‘masa depan’ si anak," kata  dr. Mahdian Nur Nasution SpBS, dalam acara Launching Mahdian Klem di Hotel Ceilendra Prime, Yogyakarta belum lama ini.

Agar bisa mendapatkan hasil sunat yang indah secara kosmetik, baik saat ereksi ataupun tidak, diperlukan tingkat keahlian dan kecakapan yang tinggi.

Hasil ini dapat dicapai oleh dokter yang sudah berpengalaman atau oleh ahli bedah plastik.

"Dokter bedah plastik umumnya melakukan sirkumsisi dengan menggunakan scalpel, tidak lagi menggunakan gunting atau elektrokauter," katanya.

Dalam menyunat,  dokter perlu memerhatikan teknik yang digunakan untuk menghindari cedera, perdarahan berlebih, dan menghindari komplikasi lainnya.

Sunat adalah tindakan untuk membuang kulup (prepusium), yaitu kulit yang menutupi kepala penis.

Rekomendasi Untuk Anda

Tindakan ini umumnya dilakukan atas latar belakang budaya dan agama, meski belakangan sudah banyak juga pria yang melakukannya dengan alasan kesehatan.

Ahli bedah plastik J. Francois Eid. Dr. Eid mengatakan, agar bisa menghasilkan  khitan yang bagus, dalam membuka kepala penis dengan cara membuang sebagian kulit di bagian pangkal penis, bukan pada prepusium.

"Lakukan induksi agar terjadi ereksi sebelum sunat dilakukan sehingga  panjang kulit yang dibuang dapat ditentukan secara tepat. Hasilnya, kulit tidak terlalu longgar ataupun terlalu banyak dibuang dan tampak bagus saat terjadi ereksi,' katanya.

Hasil sirkumsisi yang baik secara estetik juga akan memengaruhi seseorang dalam pemilihan teknik dan tempat untuk melakukan sirkumsisi.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas