Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Plus Minus Prostitusi Online dan Konvensional

Prostitusi online maupun konvensional, masing-masing memiliki plus minus. Bagaimana pergeseran dunia esek-esek itu terjadi?

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Y Gustaman
zoom-in Plus Minus Prostitusi Online dan Konvensional
Businessinsider
Ilustrasi prostitusi 

Laporan Wartawan Tribun Jabar Teuku Muh Guci S

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Terbongkarnya praktik prostitusi online kelas apartemen di Kota Bandung menambah jumlah kasus praktik prostitusi online di Indonesia. Berbagai aplikasi ponsel pintar pun digunakan para pelaku bisnis haram untuk menjaring para pelanggannya.

Kriminolog Universitas Padjadjaran, Yesmil Anwar, mengatakan praktik prostitusi online merupakan bentuk pergeseran pola bisnis esek-esek konvensional atau yang biasa dilakukan di tempat-tempat tertentu. Sebab praktik prostitusi online dinilai lebih leluasa dan efektif untuk mencari konsumen tanpa harus takut dirazia petugas Satpol PP maupun aparat penegak hukum lainnya.

"Kalau bicara tentang prostitusi, sebetulnya itu suatu bentuk penyakit masyarakat yang sudah lama terjadi dan ada di semua daerah. Lalu ada sarana yang namanya internet, itu menjadi satu alat yang memudahkan untuk mempertemukan antara suply and demand dengan mudah dan efektif," kata Yesmil kepada Tribun melalui sambungan telepon, Kamis (3/3/2016).

Selain itu, kata Yesmil, adanya penutupan lokalisasi di kota-kota besar juga memicu pelaku praktik prostitusi memanfaatkan aplikasi berbasis internet untuk tetap menjalankan bisnis haramnya. Ia pun meyakini jika para pelaku praktik prostitusi online yang terbongkar saat ini masih berkaitan dengan eks lokalisasi yang sudah ditutup pemerintah akhir-akhir ini.

"Jika yang praktik prostitusi langsung dilakukan penertiban, tentu mereka (pelaku. Red) akan mencari jalan untuk menemukan pasarnya kembali. Sekarang tampaknya, orangnya itu-itu juga," kata Yesmil.

Kendati begitu, kata Yesmil, praktik prostitusi online juga memiliki kekurangan. Sebab sang pemesan hanya melihat gambar dulu sehingga belum tentu mendapatkan kepuasan ketika sudah bertemu. Menurutnya, hal tersebut juga merupakan suatu masalah sehingga masih banyak pihak yang suka langsung.

Rekomendasi Untuk Anda

"Jadi kalau ada tanya tentang praktik prostitusi online, saya memprediksi hal ini selain disebabkan fasilitas tapi juga karena didorong oleh situasi," ujar Yesmil.

Sumber: Tribun Jabar
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas