Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ketua Persatuan Disc Jockey Jatim Meninggal Dunia

Dunia disk jockey (DJ) Jatim berduka. Sesepuh sekaligus Ketua Persatuan DJ Indonesia (PDJI) Jatim, Franky Irawan (44), meninggal

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Sanusi
zoom-in Ketua Persatuan Disc Jockey Jatim Meninggal Dunia
IST

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Dunia disk jockey (DJ) Jatim berduka. Sesepuh sekaligus Ketua Persatuan DJ Indonesia (PDJI) Jatim, Franky Irawan (44), meninggal dunia di pinggir Jalan Manyar Kertoarjo, Surabaya, Sabtu (5/3/2016) sekitar pukul 02.30 WIB.

Informasi yang dihimpun SURYA.co.id, disjoki (serapan baku untuk disc jockey) itu dalam perjalanan pulang menuju rumahnya di Kenjeran setelah menghadiri pesta ulang tahun temannya di Jalan Ngagel.

Beberapa teman korban sempat menawarkan akan mengantar korban pulang ke rumahnya. Tapi korban menolak tawaran itu. Korban memilih mengendarai mobil CRV nopol L 17 SX miliknya.

Saat tiba di depan rumah di Jalan Manyar Kertoarjo 77, korban merasakan sakit di dadanya. Korban langsung menepikan mobil yang dikemudikannya.

Sambil memegangi dadanya, korban berniat menghubungi temannya di Ngagel. Tiba-tiba pintu mobil terbuka, dan korban terjatuh dengan posisi telungkup.

Kejadian ini diketahui pertama oleh teman korban lainnya yang kebetulan melintas di lokasi. Teman korban itu langsung menepikan mobilnya setelah melihat korban telungkup didekat mobilnya.

Teman korban langsung menghubungi RS Dr Soetomo dan kepolisian. Korban meninggal saat akan dimasukkan ke ambulans.

Rekomendasi Untuk Anda

Kapolsek Gubeng, Kompol Edo Kentriko, menyatakan korban sempat muntah sebelum mendapat pertolongan. Dia menduga korban meninggal akibat sakit jantung yang dideritanya sejak 2006 silam.

Dugaan ini berdasar air kencing di celana korban yang diduga keluar karena korban menahan sakit di dadanya.

“Keterangan istrinya juga menyebutkan korban memiliki riwayat sakit jantung. Korban juga membawa obat sakit jantung di mobilnya,” kata Edo.

Tapi Edo belum dapat memastikan penyebab kematian korban. Pihaknya sudah menyarankan jenazah korban diotopsi untuk mengetahui penyebab kematiannya. Tapi keluarga korban menolak saran itu.

“Jadi dugaannya korban meninggal karena sakit jantung,” tambahnya.(Zainuddin)

Sumber: Surya
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas