Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pengakuan Bocah SMP: 'Saya Renggut Keperawanannya di Kuburan'

NS diketahui sebagai teman mesra atau pacar dari MH yang juga masih duduk di bangku sekolahan.

Pengakuan Bocah SMP: 'Saya Renggut Keperawanannya di Kuburan'
Ilustrasi wanita korban perkosaan. 

Laporan Wartawan TRIBUN MEDAN, Dedy Kurniawan

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - MH (16) yang masih duduk di bangku 3 sekolah menengah pertama di satu sekolah Delitua diamankan dalam kasus pencabulan anak di bawah umur.

Tak tanggung, aksinya itu ia lakukan di sebuah lokasi perkuburan.

MH diamankan kerena dilaporkan oleh Amos Sotar Hutur (28) sepupu NS (16), Warga Jalan Sumber Rukun Lingkungan XII Kelurahan Harjosari II Kecamatan Medan Amplas, dengan LP /208/ III/2016/su/ Resta/ Sek Patumbak.

NS diketahui sebagai teman mesra atau pacar dari MH yang juga masih duduk di bangku sekolahan.

Di kepolisian, MH mengaku telah menggagahi pacarnya NS sebanyak tiga kali.

Lelaki kurus berkulit hitam itu mengaku pertama menggagahi NS hingga merenggut keperawanan pada awal bulan April 2015 di Gang Wakaf Kuburan Cina Pasar 9 Kecamatan Sibiru-biru.

"Pertama kali melakukan pada awal bulan April 2015 di Kuburan Cina Sibiru-biru. Waktu itu pacar saya masih perawan. Dan kami mengulanginya lagi di tempat itu yang kedua kalinya pada akhir April 2015," katanya, Minggu (6/3/2016).

"Dan terakhir kali kami berhubungan badan di kamar pacar saya itu. Itu pas rumah tidak ada orang, saat itu saya ingat pada hari Selasa (23/2/2016) jam 16.00 WIB," lanjutnya.

Di kantor polisi MH menyesali apa yang telah yang diperbuatnya.

Dan untuk menebus kesalahannya, dirinya pun siap untuk menikahi NS sebagai bentuk tanggung jawab.

Pelaku bercerita bahwa mereka telah berpacaran selama tiga tahun. 

Mereka teman di satu sekolah saat SMP. 

"Kami kawan satu sekolah yang sama di SMP Delitua dan pacar saya sekarang sudah kelas 1 SMA. Tapi saya siap menikahinya bang, dan untuk kasih makan saya akan bekerja bantu bapak di perkebunan sawit yang di Berastagi," ungkapnya.

Kanit Reskrim Polsek Patumbak, AKP Fery Kusnadi SH saat dikonfirmasi mengatakan atas perbuatannya MH dikenakan Pasal 81 Jo Pasal 76 D sub pasal 82 jo Pasal 76 E, Undang-undang Nomor 35 tahun 2014 tentang perbuatan cabul terhadap anak di bawah umur.

Ikuti kami di
Editor: Rendy Sadikin
Sumber: Tribun Medan
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas