Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Polres Binjai Gandeng Densus 88 Kejar Pemilik Bom Rakitan

Polres Binjai, Sumatera Utara, menggandeng Densus 88 Antiteror untuk mengejar pemilik koper hitam berisi bom rakitan di Sei Mencirim.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Array Anarcho
Editor: Y Gustaman
zoom-in Polres Binjai Gandeng Densus 88 Kejar Pemilik Bom Rakitan
TRIBUN MEDAN/ARRAY A ARGUS
Temuan bom rakitan di TPA Sei Mencirim. Sejumlah petugas tampak berusaha meledakkan bom tersebut di lokasi penemuan, Sabtu (5/3/2016) 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Array A Argus

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Polres Binjai, Sumatera Utara, menggandeng Densus 88 Antiteror untuk mengejar pemilik koper hitam berisi bom rakitan yang ditemukan di tempat pembuangan akhir di Sei Mencirim, Deliserdang, beberapa waktu lalu.

TPA di Sei Mencirim berbatasan dengan Kota Binjai, tepatnya di Jalan Bangau, Lingkungan IX, Kelurahan Mencirim, Binjai Timur.

Humas Polres Binjai, Iptu Siswanto Ginting, memastikan pihaknya telah menggandeng Densus 88 Antiteror guna mengejar pemilik bom rakitan tersebut.

"Pastilah kami bekerjasama. Kami juga berkordinasi dengan Jatanras Polda Sumut serta Gegana Brimob Polda Sumutu. Untuk pemiliknya masih dalam penyelidikan," kata Siswanto, Senin (7/3/2016) sore.

Barang bukti satu buah kantong peluru atau magasin M 16 yang berisi penuh, tiga kantong peluru FN 45, satu kotak amunisi FN, dua plastik amunisi FN, tiga lembar peta sudah diserahkan ke Brimob Polda Sumut.

Polres Binjau belum memastikan kandungan bom, karena setelah ditemukan langsung diledakkan. "Namun, sejauh ini terus kami dalami temuan itu," kata dia.

Rekomendasi Untuk Anda

Informasi yang diperoleh Tribun Medan, pada 14 Februari 2016, seorang narapidana teroris bernama Wandoyo alias Salman termonitor tiba di Bandara Kualanamu Internasional Airport sekira pukul 09.20 WIB.

Setibanya di Sumatera Utara, Wandoyo yang merupakan kelompok Abu Umar ini bergerak mengarah ke kawasan Sei Mencirim. Ketika dilacak tim antiteror, Wandoyo menghilang.

Diduga kuat, saat ini Wandoyo yang pernah masuk dalam struktur Abu Umar tahun 2005-2011, yang menjabat sebagai Amir Sel Halaqah Jakarta Utara masih berada di seputaran kawasan Sei Mencirim.

Wandoyo pernah ditangkap pada 2011 di Koja Jakarta Utara atas kepemilikan senjata api dan bebas pada 2015. Belum diketahui secara pasti apa tujuan Wandoyo ke Sumatera Utara.

Sumber: Tribun Medan
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas