Hapipa Terpaksa Mengajar Anak-anak Mengaji di Kandang Ayam
Seorang guru mengaji di Lingkungan Tanetea, Desa Borikamase, Hapipa Tangte (63) terpaksa mengajar di kandang ayam.
Editor: Dewi Agustina

Seorang anak didik Hapipa, Nadia (7) mengaku sangat terganggu dengan bau kotoran ayam saat dia dan teman-temannya mengaji.
Pasalnya, ayam dan tempat mengajinya hanya berjarak satu meter saja.
Nadia yang masih membaca surah Juz Amma ini juga pasrah dengan kondisi tempatnya. Pasalnya tidak ada guru mengaji lain di daerah tersebut selain Hapipa.
"Terganggu. Biasa sementara mengaji baru ada suara ayam. Bau tai ayam juga sangat mengganggu," katanya.
Jika musim hujan, bale-bale bambu tempatnya mengaji tersebut hanyut. Sehingga para anak didik tidak bisa mengaji lagi.
Kepala RT 012/ Lingkungan Tanetea, Desa Borikamase, Sainuddin mengatakan, Hapipa sudah puluhan tahun tinggal sendiri dan belum pernah menikah.
Hapipa tidak memiliki pekerjaan lain selain menjadi guru mengaji. Dia tidak mau menerima pemberian jenis uang dari orangtua anak didiknya.
"Semua orang disini keluarga semua. Jadi orang-orang disini yang biasa memberikannya ikan. Kalau beras kan dia menerima bantuan," ujarnya.
Untuk menuju ke Lingkungan Tanetea, warga harus berjalan kaki sekitar dua kilometer dari Dusun Padangasaitan, Desa Borikamasea dengan melintasi pematang empang.