Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Muhammadiyah Serukan Perlindungan untuk Usaha Kecil

- Kehadiran toko modern dan berjejaring telah menjadi ancaman serius bagi pelaku usaha kecil di masyarakat.

Muhammadiyah Serukan Perlindungan untuk Usaha Kecil
ist
Logo Muhammadiyah

Laporan Reporter Tribun Jogja, Yoseph Hary W

TRIBUNnews.COM, KULONPROGO - Kehadiran toko modern dan berjejaring telah menjadi ancaman serius bagi pelaku usaha kecil di masyarakat.

Menyikapi hal itu, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY mendesak pemerintah melakukan revisi undang-undang agar usaha kecil milik masyarakat terlindungi.

Perwakilan Lembaga Hikmah dan Kajian Publik (LHKP) PWM DIY, Suwandi, menyatakan hal itu saat acara forum discussion Group (FGD) mengenai masalah pasar tradisional di Kulonprogo, Minggu (27/3/2016).

Menurutnya, sesuai hasil hasil muktamar, Muhammadiyah wajib memberikan advokasi kepada pelaku UMKM.

Pasalnya, keberadaan toko modern dan berjejaring yang kini telah dilegalkan pemerintah semakin hari kian bebas bergerak dan tumbuh di tengah masyarakat.

Praktis, kondisi demikian menjadi ancaman bagi pelaku usaha kecil di masyarakat.

"Kami berencana mengajukan judicial review soal aturan UU yang mengatur perlindungan usaha kecil ini," kata Suwandi.

Perbincangan beruga forum diskusi, menurutnya, bakal digalakkan sekaligus memberikan penyadaran kepada masyarakat dan pelaku usaha kecil.

Intinya, masyarakat diharapkan memahami dampak keberadaan toko modern sehingga lebih bijak untuk memilih pasar tradisional mengingat itu merupakan milik rakyat.

Halaman
12
Editor: Sugiyarto
Sumber: Tribun Jogja
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas