Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Ujian Nasional

Ombudsman Temukan Dugaan Kunci Jawaban Ujian Nasional di SMAN 2 Medan

Ombudsman Perwakilan Sumatera Utara menemukan diduga kunci jawaban soal Ujian Nasional (UN) dari dalam ruangan 12, SMA Negeri 2 Medan.

Ombudsman Temukan Dugaan Kunci Jawaban Ujian Nasional di SMAN 2 Medan
Tribun Medan/Jefri Susetio
Ombudsman Perwakilan Sumatera Utara menemukan diduga kunci jawaban soal Ujian Nasional (UN) dari dalam ruangan 12, Sekolah Menengah Negeri (SMA) Negeri 2 Medan, Jalang Karangsari, Senin (4/4/2016). 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Jefri Susetio

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Ombudsman Perwakilan Sumatera Utara menemukan diduga kunci jawaban soal Ujian Nasional (UN) dari dalam ruangan 12, Sekolah Menengah Negeri (SMA) Negeri 2 Medan, Jalang Karangsari, Senin (4/4/2016).

Kepala Perwakilan Ombudsman Sumut, Abyadi Siregar mengatakan, dalam meninjau pelaksanaan UN di beberapa sekolah di Kota Medan, Ombudsman menemukan beberapa pelanggaran, satu di antaranya beredarnya kertas jawaban.

"Kami menemukan dugaan kunci jawaban beredar di SMAN 2 Medan. Kami belum tahu apakah benar ini kunci jawaban atau bukan," katanya di Kantor Ombudsman Sumut, Jalan Majapahit, nomor 2 Medan, Senin siang.

Tidak lama kemudian, ia memperlihatkan diduga dua kunci jawaban pendidikan Bahasa Indonesia. Pada kertas pertama kunci jawaban tersebut diketik secara rapi gunakan komputer.

Sedangkan, diduga kunci jawaban kedua, hanya tulisan tangan gunakan pensil. Namun, kertas jawaban yang bertuliskan tangan itu serupa dengan kertas jawaban pertama yang diketik secara rapi.

"Dua kunci jawaban ini ditemukan langsung dari siswa di ruang 17. Prosedurnya tadi, beberapa tim Ombudsman memantau pelaksaan UN. Namun dari luar ruangan melihat siswa membuka dompet dan mengambil diduga kunci jawaban," ujarnya.

Setelah melihat siswa mengambil kunci jawaban itu, kemudian tim ombudsman memangil pengawas ruangan, memberitahu adanya kertas jawaban yang beredar di ruangan tersebut.

"Kami meminta pengawas untuk melihat adanya dugaan kunci jawaban. Setelah itu, pengawas ambil kertas tersebut dan teryata benar ditemukan kertas itu," katanya.

Dia menambahkan, pada saat temuan adanya kunci jawaban itu disaksikan langsung oleh dua panitia UN di sekolah. Oleh sebab itu, masalah ini akan disampaikan ke ombudsman pusat.

"Ini disaksikan panitia sekolah yaitu Pak Arsad dan Pak Pandaingan yang mendampingi ombudsman. Namun kami tidak dapat pastikan ini kunci jawaban atau bukan. Karena masih dugaan saja," ujarnya.

"Dugaan kami kertas jawaban, bila dilihat bentuknya sangat rapi. Ini seperti telah terencana sudah ada perencanaannya. Masalah sekarang menemukan bukti menjadi contoh integritas UN tidak bagus di daerah. Saya kira ini tolak ukurnya. Padahal kami berharap siswa dapat ikut UN secara berintegritas," tambahnya. (tio/tribun-medan.com)

Ikuti kami di
Penulis: Jefri Susetio
Editor: Dewi Agustina
Sumber: Tribun Medan
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas