Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Bekas Galian Timah jadi Habitat Buaya, Nelayan Sering Lempar Ikan

Biasanya para nelayan sering memberi makan kepada buaya tersebut.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Wahid Nurdin
zoom-in Bekas Galian Timah jadi Habitat Buaya, Nelayan Sering Lempar Ikan
bangkapos.com/Nordin
Kolong di Desa Mayang Kecamatan Kelapa Kampit Beltim tempat buaya sering menampakan diri, Kamis (7/4) 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Nordin

TRIBUNNEWS.COM, BELITUNG - Bekas galian timah di wilayah Bangka dan Belitung menjadi keunikan tersendiri.

Lubang-lubang yang berukuran besar digenangi air, ditumbuhi kayu dan rumput-rumput di sekelilingnya.

Hidup disitu habitat ikan, biawak, buaya, dan binatang lainnya. Seperti yang ada di Desa Mayang Kecamatan Kelapa Kampit Belitung Timur.

Lubang yang berdiameter besar dan tidak beraturan tersebut biasa di sebut oleh penduduk lokal dengan kolong. Tidak ada nama khusus.

Jarak kolong tersebut kurang lebih 9 km dari jalan utama kecamatan. Nah, sekitar 200 meter dari tempat itu terdapat pantai berpasir putih.

Airnya kolong tersebut jernih dan bersih. Di sekelilingnya tumbuh rumput-rumput liar, ada juga pohon kayu.

Rekomendasi Untuk Anda

Terlihat jarang sekali warga menuju tempat tersebut, tidak ada bekas aktivitas atau jalan yang sering di lalui mereka.

Saat wartawan harian posbelitung.com melintas di wilayah tersebut Kamis (7/4/2016), ada seekor buaya yang memperlihatkan bagian kepalanya.

Tampak jelas sekali mata dan bagian atas mulutnya.

Cuaca saat itu teduh, waktu menunjukan pukul 16.20 WIB. Ketika hendak memutar balik untuk melihat secara jelas buaya sudah berenang dan tidak kelihatan lagi.

Yonda (52), warga Kelapa Kampit menceritakan, buaya tersebut memang hidup disitu. Dia tidak pernah mengganggu penduduk sekitar.

Biasanya para nelayan sering memberi makan kepada buaya tersebut. Mereka memberi ikan dengan cara dilempar.

"Memang hidup di kolong itu (Buaya--red), dia sering menampakan diri. Nelayan kadang melemparkan ikan untuknya," terang Yonda.(*)

Sumber: Bangka Pos
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas