Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pernah Ada Sapi yang Jatuh Hanyut di Parit Tempat Zahra Terseret Arus

Di parit itu pernah kejadian babi dan sapi yang dipelihara warga setempat jatuh lalu terbawa arus parit yang cukup deras pada saat hujan lebat

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Pernah Ada Sapi yang Jatuh Hanyut di Parit Tempat Zahra Terseret Arus
Tribun Bali/Rizal Fanany
Tim Basarnas Bali melakukan pencarian korban anak hanyut dialiran sungai banjar mekar manis, Pemecutan Kaja, Denpasar, Bali, Rabu (13/4/2016). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Gusti Agung Bagus Angga Putra

TRIBUNNEWS.COM, DENPASAR - Parit kecil di mana Cinta Zahrani Agung Parameswari atau yang akrab disapa Zahra (2) tenggelam, dikenal cukup angker oleh masyarakat sekitar.

Bahkan, dulu pernah anak kecil berumur 9 tahun yang juga tewas setelah terjatuh di parit itu.

Bahkan, pernah kejadian babi dan sapi yang dipelihara warga sini jatuh lalu terbawa arus parit yang cukup deras pada saat hujan lebat. 

Made Gatra (67), Kelian Banjar Kusuma Jati, mencatat, parit kecil yang ada di belakang rumah kos Zahra tersebut beberapa kali pernah menelan korban.

Dengan demikian kasus terseretnya Zahra di parit tersebut bukan pertama kalinya terjadi.

Hal tersebut ditegaskan Made Gatra ketika ditemui Tribun Bali di kediamannya di bilangan Jalan Kusuma Bangsa, Denpasar, Bali.

Dari penuturan Gatra, parit kecil tersebut merupakan jalur perlintasan bagi makhluk halus.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kita masyarakat Hindu kan percaya dengan keberadaan alam bhur. Di sungai atau parit kecil yang menjadi lokasi jatuhnya balita itu memang angker. Dari yang saya dengar dari leluhur dan masyarakat dulu, parit itu menjadi jalan atau lintasan bagi makhluk halus dari arah selatan yang berbelanja ke Pasar Ubung," ujar Gatra, Kamis (14/4/2016).

Masih kata Gatra, aliran air yang mengalir di parit tersebut akan bermuara di bendungan yang ada di dekat Pura Suci Tanah Kilap.

Hubungannya ke Tanah Kilap, air yang mengalir dari parit ini nantinya sampai ke Laut ataupun bendungan yang ada di dekat Pura Tanah Kilap. Beliau yang bersthana di Pura Tanah Kilap sering melancaran ke Pasar Ubung," jelasnya.

Sumber: Tribun Bali
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas